PARADAPOS.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan percepatan proyek infrastruktur di daerahnya melalui mekanisme lelang dini. Kebijakan ini diambil untuk mengakselerasi perbaikan jalan dan penerangan jalan umum (PJU) di tengah keterbatasan anggaran, sekaligus menyambut Ramadan dan arus mudik Lebaran 2026. Alokasi anggaran yang telah disiapkan mencapai triliunan rupiah, dengan target konkret meningkatkan kualitas jalan.
Strategi Percepatan di Tengah Keterbatasan Fiskal
Dalam situasi fiskal yang perlu diperhitungkan secara cermat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memilih strategi lelang dini untuk memastikan proyek-proyek vital tidak tertunda. Langkah ini dinilai krusial untuk segera merealisasikan pembangunan infrastruktur dasar, yang menjadi tulang punggung mobilitas dan perekonomian masyarakat.
Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk mendorong proses tersebut. "Betul begitu [lelang dini]," ujarnya, menekankan pentingnya inisiatif tersebut.
Fokus pada Jalan dan Penerangan Jalan Umum
Prioritas utama kebijakan ini diarahkan pada dua hal: perbaikan jaringan jalan provinsi yang masih banyak memerlukan rekonstruksi dan penanganan PJU yang rusak atau belum terpasang. Pengerjaan kedua aspek ini akan dilakukan secara paralel untuk memaksimalkan dampaknya.
Gubernur yang akrab disapa KDM ini juga melihat momentum pelaksanaan proyek ini sangat strategis. "Selain masih banyak ruas provinsi yang membutuhkan rekonstruksi dan perbaikan juga penerangan, juga menjadi momentum pihaknya mendukung kelancaran arus orang dan barang selama ramadan dan mudik lebaran 2026," jelasnya.
Target dan Anggaran yang Disediakan
Sebelumnya, pemerintah provinsi telah menegaskan fokus pembangunan tahun 2026 pada penyelesaian infrastruktur dasar. Target yang dicanangkan ambisius, yakni mencapai tingkat kemantapan jalan di atas 90%, bahkan menembus 95%. Untuk mewujudkannya, dialokasikan anggaran sebesar Rp4,8 triliun.
Tak hanya jalan, perhatian juga diberikan pada penanganan banjir melalui pembangunan infrastruktur di daerah aliran sungai. Di sisi lain, anggaran senilai Rp78 miliar disiapkan untuk program listrik bagi masyarakat miskin, dan Rp473 miliar dialokasikan khusus untuk pembangunan PJU.
Pentingnya Pengawasan dan Kualitas Hasil
Dedi Mulyadi tidak hanya menekankan kecepatan pelaksanaan, tetapi juga kualitas hasil akhir. Dia secara terbuka meminta partisipasi warga dalam mengawasi proses pembangunan di lapangan, memastikan pekerjaan dilakukan dengan serius dan tepat sasaran.
"Agar pembangunannya berkualitas, bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Jawa Barat," pungkasnya, menutup pernyataannya.
Seluruh agenda pembangunan infrastruktur ini, menurutnya, telah dirumuskan sebagai kerangka prioritas yang akan menjadi panduan kerja tahun ini. "Ini adalah kerangka-kerangka prioritas," tegas Gubernur, menandaskan konsistensi kebijakan pemerintahannya.
Artikel Terkait
IHSG Diproyeksi Melemah, Investor Waspadai Sarasehan Ekonomi dan Data Inflasi AS
35 Warga Binaan Lapas Tangerang Olah Limbah PLTU Jadi Paving Block Bernilai Jual
Ibu di Prancis Ditangkap Usai Dua Bayi Ditemukan Tewas dalam Kulkas
Polda Metro Ungkap 35 Tawuran dan Penyitaan Puluhan Celurit dalam 15 Hari