Polri Targetkan Bangun 10 Gudang Pangan Baru pada 2026

- Jumat, 13 Februari 2026 | 04:50 WIB
Polri Targetkan Bangun 10 Gudang Pangan Baru pada 2026

PARADAPOS.COM - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menargetkan pembangunan 10 unit gudang ketahanan pangan baru pada tahun ini. Rencana ekspansi infrastruktur logistik ini merupakan bagian dari upaya institusi tersebut mendukung program pemerintah pusat, dengan tujuan akhir memperkuat stok dan distribusi bahan pangan nasional.

Ekspansi Jaringan Gudang untuk Perkuat Logistik

Saat ini, Polri telah mengoperasikan 18 gudang pangan yang tersebar di 12 Polda. Dengan penambahan 10 unit baru yang ditargetkan selesai tahun ini, total aset penyimpanan akan bertambah menjadi 28 gudang. Masing-masing gudang baru ini dirancang memiliki kapasitas tampung sebesar 1.000 ton.

Tak hanya itu, di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Polri juga tengah menyiapkan sebuah gudang berkapasitas jauh lebih besar. Pembangunan gudang di lingkungan Polda Metro Jaya dengan kapasitas mencapai 10.000 ton itu diharapkan dapat menjadi simpul logistik utama, mempercepat distribusi, dan menjaga stabilitas pasokan di wilayah ibu kota serta sekitarnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen jangka panjang institusinya. "Ke depan, Polri akan membangun gudang ketahanan pangan di seluruh Polda jajaran," ungkapnya dalam sebuah program televisi, Jumat (13/2/2026).

Dukungan Infrastruktur di Daerah Terpencil

Selain gudang utama, Polri juga memanfaatkan dan menyediakan fasilitas pendukung untuk menjangkau daerah-daerah yang belum terjangkau infrastruktur logistik pemerintah. Saat ini, telah tersedia 30 gudang filial, yang terdiri dari aset internal Polri, pemerintah daerah, hingga hasil pinjam pakai dari masyarakat. Gudang-gudang tambahan ini secara strategis ditempatkan di wilayah Papua, di mana akses terhadap gudang Bulog masih terbatas.

Keberadaan jaringan gudang ini diharapkan membawa manfaat yang melampaui sekadar penyimpanan. "Keberadaan gudang-gudang tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas penyimpanan dan distribusi tetapi juga memberikan efek domino yang mendorong tumbuhnya perekonomian yang berkelanjutan," papar Listyo Sigit.

Peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

Di sisi lain, upaya Polri dalam ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik. Institusi ini juga mengembangkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Hingga saat ini, tercatat 1.179 unit SPPG dalam berbagai tahapan. Sebanyak 411 unit di antaranya sudah beroperasi penuh, 162 unit dalam persiapan operasional, dan 499 unit masih dalam proses pembangunan.

Kapolri memberikan garis waktu yang jelas untuk penyelesaiannya. "Dan akan selesai Maret 2026," jelasnya.

Dari jumlah total tersebut, 107 unit masih berada dalam tahap awal pembangunan (groundbreaking). Skala proyek ini cukup ambisius. Apabila seluruh SPPG telah beroperasi, diperkirakan dapat memberikan manfaat langsung kepada hampir 3 juta orang.

"Dan menyerap 58.950 tenaga kerja," tegas Kapolri.

Komitmen Jangka Panjang dan Visi Keamanan Pangan

Melalui penguatan dua pilar utama—jaringan gudang dan SPPG—Polri berkomitmen untuk menghadirkan layanan pemenuhan gizi yang lebih merata, aman, dan bermutu. Strategi ini dirancang untuk memperkuat ekosistem pangan secara komprehensif, dari hulu hingga hilir, dengan harapan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas generasi mendatang.

Visi ini selaras dengan arahan pimpinan negara. "Sebagaimana penekanan Bapak Presiden Republik Indonesia dalam Rapim TNI Polri tahun 2026, bahwa kepolisian kita harus jadi polisi rakyat," tutup Listyo Sigit, menekankan peran institusinya yang tidak hanya menjaga keamanan tetapi juga turut serta dalam membangun ketahanan dasar masyarakat.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar