PARADAPOS.COM - Pasar saham Amerika Serikat mencatat penutupan yang beragam pada Jumat (14 Februari 2026), diwarnai oleh reaksi investor yang beragam terhadap data inflasi yang mendingin dan kekhawatiran yang terus membayangi seputar dampak kecerdasan buatan (AI). Indeks Dow Jones dan S&P 500 menguat tipis, sementara Nasdaq Composite justru mengalami penurunan.
Data Inflasi Beri Sinyal Positif
Sentimen pasar pada hari itu mendapat angin segar dari laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Data menunjukkan inflasi konsumen (CPI) naik hanya 0,2 persen secara bulanan pada Januari, yang menurunkan tingkat inflasi tahunan menjadi 2,4 persen. Angka ini merupakan yang terendah sejak Mei tahun lalu. Inflasi inti, yang mengesampingkan komponen makanan dan energi yang fluktuatif, juga turun menjadi 2,5 persen per tahun. Data ini dianggap sebagai perkembangan yang menguntungkan bagi upaya Federal Reserve dalam mengendalikan harga.
Di pasar obligasi, respons terhadap data tersebut tampak jelas. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun turun ke level 4,05 persen, mencerminkan sentimen investor yang mulai mempertimbangkan prospek suku bunga yang lebih lunak di tengah kemajuan disinflasi.
Tekanan Berlanjut di Sektor Teknologi
Namun, optimisme dari data inflasi tidak cukup kuat untuk sepenuhnya mengimbangi kekhawatiran yang meluas di lantai bursa. Sektor teknologi kembali mengalami tekanan penjualan yang signifikan, melanjutkan tren yang dipicu oleh apa yang sering disebut sebagai 'kepanikan AI'. Kekhawatiran bahwa teknologi generatif AI dapat mengganggu berbagai fungsi pekerjaan kantoran mendorong investor untuk menilai ulang valuasi saham-saham unggulan.
Raksasa teknologi seperti Nvidia, Apple, Alphabet, dan Meta Platforms tercatat mengalami penurunan harga saham masing-masing lebih dari satu persen. Tekanan ini tidak hanya terbatas pada perusahaan perangkat lunak, tetapi juga mulai menyebar ke sektor industri yang lebih luas.
Kinerja Perusahaan yang Berbeda Kiblat
Di tengah keraguan seputar teknologi, laporan pendapatan kuartalan dari beberapa perusahaan justru memberikan kejutan positif. Coinbase, platform perdagangan aset kripto, melonjak tajam 16,46 persen. Kenaikan ini didorong oleh laporan perusahaan yang menunjukkan peningkatan pendapatan dari layanan langganan dan jasa, meskipun pasar aset digital baru-baru ini dilanda volatilitas.
Applied Materials, produsen peralatan semikonduktor, juga meroket 8,08 persen dan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Lonjakan ini dipicu oleh prospek bisnis yang kuat yang diberikan perusahaan untuk tahun 2026, yang menunjukkan permintaan yang tetap kokoh di industri chip.
Di sisi lain, tidak semua laporan keuangan memuaskan pasar. Pinterest dan DraftKings mengalami pukulan keras, dengan sahamnya anjlok setidaknya 13 persen setelah kedua perusahaan memberikan pandangan keuangan ke depan yang dinilai mengecewakan oleh investor. Sementara itu, Airbnb justru naik 4,65 persen berkat proyeksi bisnis yang optimistis.
Perdagangan hari Jumat tersebut menggambarkan dinamika pasar yang kompleks, di mana harapan akan perlambatan inflasi harus berhadapan dengan ketidakpastian struktural baru yang dibawa oleh kemajuan teknologi.
Artikel Terkait
Daryono Pensiun Dini dari BMKG, Fokus Pulihkan Kesehatan Mata
KPK Buka Peluang Panggil Mantan Anggota DPR Terkait Kasus Suap Proyek Kereta Api
BTN Buka Gerai Digital di Central Park, Targetkan 100 Gerai pada 2027
Luka Modric Jadi Penentu, AC Milan Taklukkan Pisa 2-1 di Menit Akhir