Komunitas Pelukis Cat Air Akan Respons Karya Chris Suharso di Museum Jakarta

- Jumat, 13 Februari 2026 | 12:25 WIB
Komunitas Pelukis Cat Air Akan Respons Karya Chris Suharso di Museum Jakarta

PARADAPOS.COM - Sebuah kegiatan melukis bersama yang melibatkan komunitas seni akan digelar sebagai bagian dari pameran tunggal karya mendiang Chris Suharso di Jakarta. Side event ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 15 Februari 2026, di Art:1 New Museum, Jakarta Pusat, sebagai bentuk apresiasi dan respons langsung terhadap karya-karya bertema pascakolonial yang sedang dipamerkan.

Merayakan Warisan Seni melalui Kolaborasi

Kegiatan melukis bersama ini merupakan hasil kolaborasi antara Art:1 New Museum, keluarga Chris Suharso, dan Agus Budiyanto Aquarelle Studio (ABAS). Rencananya, acara akan digelar di ruang M2 museum, berlangsung dari pukul 13.30 hingga 15.30 WIB. Sebanyak 12 anggota komunitas ABAS akan terlibat langsung, merespons karya-karya Chris Suharso menggunakan medium cat air.

Langkah kolaboratif ini bukan sekadar acara tambahan, melainkan upaya strategis untuk mendekatkan karya seni kepada publik dengan pendekatan yang lebih partisipatif. Dengan melibatkan komunitas pelukis cat air, museum berupaya menciptakan dialog yang hidup antara karya maestro dan praktisi seni kontemporer.

Konteks Pameran Utama

Side event ini merupakan bagian tak terpisahkan dari pameran tunggal Chris Suharso bertajuk 'Perlawanan melalui Tatapan: Impresi dan Citra Pascakolonial'. Pameran yang dikurasi oleh Mikke Susanto ini telah dibuka untuk umum sejak 17 Januari 2026 dan akan berakhir pada 18 Februari 2026.

Melalui pameran ini, publik diajak menelusuri narasi dan gagasan pascakolonial yang menjadi inti dari perjalanan artistik Chris Suharso. Karya-karyanya yang dipamerkan menjadi titik tolak bagi diskusi visual yang lebih luas.

Profil Komunitas ABAS

Agus Budiyanto Aquarelle Studio (ABAS) bukanlah nama baru di kancah seni lukis Indonesia. Komunitas yang didirikan oleh Agus Budiyanto pada tahun 2000 ini memiliki misi jelas: mendorong perkembangan dan apresiasi seni lukis cat air di tanah air.

Dengan sekitar 100 anggota tidak tetap, ABAS dikenal aktif menggelar berbagai pameran. Baru-baru ini, mereka menyelenggarakan pameran bertajuk 'Smara Bhumi' di Balai Budaja pada 1-8 Februari 2026. Keterlibatan mereka dalam side event ini menunjukkan dinamika komunitas seni yang terus berinteraksi dengan berbagai institusi kebudayaan.

Membangun Jembatan Menuju Peringatan 100 Tahun

Kolaborasi ini juga dilihat sebagai bagian dari persiapan jangka panjang. Upaya memperkenalkan dan mendiskusikan karya Chris Suharso kepada generasi baru dinilai penting, terutama dalam rangkaian menuju peringatan 100 tahun kelahiran sang seniman pada 2031.

Mikke Susanto, selaku kurator pameran, memberikan konteks atas pentingnya acara semacam ini. Ia mengungkapkan, "Kolaborasi antara Art:1 New Museum, keluarga Chris Suharso, dan komunitas seni dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan publik terhadap karya-karya Chris Suharso."

Dengan demikian, side event ini tidak hanya sekadar aktivitas satu hari, tetapi merupakan sebuah mata rantai dalam upaya pelestarian, reinterpretasi, dan penyebarluasan warisan seni bernilai yang dapat menginspirasi banyak pihak.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar