PARADAPOS.COM - Pemerintah mengalokasikan dana Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar Rp55 triliun untuk ASN, TNI, dan Polri pada 2026, dengan target pencairan di awal Ramadhan. Berita ini menjadi salah satu dari sejumlah perkembangan ekonomi penting yang terjadi Jumat kemarin, mencakup efisiensi anggaran, strategi penekanan inflasi, akselerasi industrialisasi, hingga perluasan investasi strategis di luar negeri.
THR ASN 2026 Ditargetkan Cair Awal Puasa
Pemerintah telah menyiapkan anggaran tunjangan hari raya (THR) untuk aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri pada tahun 2026. Nilainya mencapai Rp55 triliun dan diharapkan dapat mulai disalurkan kepada penerima di awal bulan Ramadhan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi hal tersebut usai menghadiri acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta. "Ada pasti nanti (pencairan THR ASN). Tapi, saya tidak tau tanggal pastinya, yang jelas di awal-awal puasa kita harapkan udah bisa kita salurkan," jelasnya.
Efisiensi Anggaran Capai Rp308 Triliun
Di sisi fiskal, Presiden Prabowo Subianto mengklaim pemerintah berhasil melakukan penghematan belanja negara. Nilai efisiensi pada tahun pertama pemerintahannya mencapai Rp308 triliun, yang bersumber dari pemangkasan pos-pos belanja yang dinilai tidak produktif.
Dana yang dihemat itu kemudian dialihkan untuk mendanai program-program yang dianggap lebih berdampak langsung pada masyarakat. Salah satu program prioritas yang disebut adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Subsidi Pedagang Pasar untuk Tekan Inflasi
Upaya menjaga stabilitas harga pangan terus digencarkan. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendorong pemberian subsidi sembako kepada pedagang pasar tradisional sebagai langkah strategis menekan inflasi. Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung Pasar Badung di Denpasar, Bali.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Wapres didampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara. Ia berdialog dengan sejumlah pedagang yang telah menerima bantuan subsidi bahan pokok.
2026: Tahun Akselerasi Industrialisasi
Sektor industri juga mendapat perhatian khusus. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa tahun 2026 harus menjadi momen untuk memacu program industrialisasi nasional. Ia meminta seluruh jajaran di kementeriannya untuk bergerak lebih cepat dan terukur.
Penekanan itu disampaikan dalam Rapat Kerja Kementerian Perindustrian di Jakarta. Agus menegaskan, target yang ditetapkan untuk industri, ekonomi, dan kemandirian strategis pada tahun depan lebih tinggi, sehingga setiap program wajib memiliki output dan indikator kinerja yang jelas serta konkret.
Perluasan Proyek Kampung Haji di Makkah
Sementara itu, dari ranah investasi, Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia berencana memperluas proyek Kampung Haji di Makkah, Arab Saudi. Rencananya, badan investasi tersebut akan membeli lahan baru yang letaknya hanya sekitar 600 meter dari Masjidil Haram.
Langkah ekspansi ini merupakan kelanjutan dari akuisisi sebelumnya, yang mencakup aset perhotelan dan real estate di kawasan Thakher City, yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari masjid suci tersebut. Perluasan ini menunjukkan komitmen dalam menyediakan fasilitas yang lebih dekat bagi jemaah haji Indonesia.
Artikel Terkait
Gerakan Nasional KoperasiGO dan BSI Percepat Transformasi Digital Koperasi
Elche dan Osasuna Bermain Tanpa Gol, Posisi Klasemen Tak Berubah Signifikan
Arema Siapkan Balas Dendam, Semen Padang Berburu Poin Penyelamat
Menteri Keuangan Tegaskan Proses Seleksi ADK OJK Belum Masuki Tahap Pengumuman