Presiden Prabowo Undang Pakar Kritisi Kinerja Ekonomi Pemerintah

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 02:50 WIB
Presiden Prabowo Undang Pakar Kritisi Kinerja Ekonomi Pemerintah

PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengundang para pakar dan pengamat ekonomi untuk mengkritisi kinerja pemerintahannya, sambil menyampaikan keyakinan bahwa Indonesia akan menorehkan sederet pencapaian positif di bidang ekonomi. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato utama pada acara Indonesia Economic Outlook, Jumat (13/2/2026), yang mencerminkan optimisme sekaligus sikap terbuka pemerintah terhadap evaluasi publik.

Undangan Terbuka untuk Evaluasi

Dalam forum yang dihadiri sejumlah pelaku usaha dan pemangku kepentingan itu, Prabowo menegaskan sikap pemerintah yang siap diuji. Ia dengan lugas menyatakan bahwa kritik dan penilaian dari para ahli justru diperlukan sebagai bagian dari proses pemerintahan yang sehat. Sikap ini menunjukkan pendekatan yang percaya diri, mengandalkan data dan capaian yang mulai terlihat setelah hampir satu tahun pemerintahan berjalan.

"Para pakar silakan menilai. Saya percaya kita akan membuat kejutan demi kejutan," ucap Presiden dalam kesempatan tersebut.

Indikator Awal yang Menggembirakan

Sebagai dasar optimisme tersebut, Prabowo mengungkapkan sejumlah laporan dari kepala daerah yang mengindikasikan perbaikan kondisi ekonomi di tingkat akar rumput. Laporan-laporan tersebut menyebutkan adanya peningkatan konsumsi rumah tangga, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka, serta peningkatan jumlah tenaga kerja. Yang juga mendapat perhatian adalah tren perbaikan pada Rasio Gini, sebuah alat ukur statistik untuk ketimpangan pendapatan yang semakin rendah angkanya menunjukkan distribusi yang semakin merata.

Data dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) turut menguatkan sinyal positif ini, dengan catatan peningkatan konsumsi rumah tangga pada Januari 2026. Kombinasi laporan dari lapangan dan asosiasi bisnis ini memberikan gambaran awal yang dianggap pemerintah sebagai fondasi yang kuat.

Peran Program Makan Bergizi Gratis

Salah satu program yang secara khusus disebut sebagai penggerak ekonomi adalah Makan Bergizi Gratis. Presiden menjelaskan bahwa program ini telah menjangkau 60,2 juta penerima manfaat setiap harinya, mencakup anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Lebih dari sekadar bantuan sosial, program ini diposisikan sebagai stimulus ekonomi nyata.

"Menurutnya, program ini bukan hanya kebijakan sosial, tetapi juga stimulus ekonomi yang mendorong pertumbuhan di desa dan kecamatan," jelasnya. Logikanya, dana yang dialirkan melalui program ini langsung menyentuh masyarakat dan mendorong perputaran ekonomi di wilayah-wilayah terkecil.

Semangat Berdikari di Pentas Global

Mengakhiri pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya kemandirian dan kepercayaan diri bangsa. Ia menyatakan bahwa Indonesia tidak boleh lagi merasa inferior atau selalu mengikuti dikte dari pihak luar. Pesan yang disampaikan tegas: kedaulatan ekonomi harus dibangun dengan mengelola sumber daya alam secara maksimal untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

"Kita bukan bekerja untuk menyenangkan orang lain. Kita bekerja untuk rakyat," tegasnya, menutup penyampaiannya dengan penekanan pada orientasi kebijakan domestik yang berpusat pada kepentingan nasional.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar