Balai TNGC Tutup Total Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ciremai Selama Satu Bulan

- Minggu, 15 Februari 2026 | 04:25 WIB
Balai TNGC Tutup Total Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ciremai Selama Satu Bulan

PARADAPOS.COM - Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) secara resmi menutup seluruh jalur pendakian di kawasan tersebut mulai Jumat, 20 Februari 2026. Penutupan total yang direncanakan berlangsung selama satu bulan penuh hingga 20 Maret 2026 ini diambil sebagai langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem puncak musim hujan sekaligus memberi ruang bagi pemulihan ekosistem alam. Akses bagi pendaki dijadwalkan akan dibuka kembali pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Kebijakan Penutupan Total untuk Keselamatan dan Konservasi

Kebijakan ini secara tegas menghentikan segala aktivitas wisata pendakian di dalam kawasan taman nasional. Tidak ada pengecualian yang diberikan, mencakup semua jalur resmi yang biasa digunakan pendaki, baik dari arah Kabupaten Kuningan maupun Majalengka. Keputusan ini mencerminkan pendekatan kehati-hatian dari pengelola kawasan dalam menanggapi pola cuaca dan tekanan lingkungan.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Toni Anwar, menegaskan alasan di balik langkah tegas ini. "Sehubungan dengan kondisi cuaca ekstrem dan pemulihan ekosistem, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai menutup segala aktivitas wisata pendakian," jelasnya dalam keterangan resmi.

Merespons Ancaman Musim Hujan dan Tekanan Lingkungan

Periode penutupan ini memang sengaja dipilih bertepatan dengan puncak musim hujan di Jawa Barat. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa intensitas hujan tinggi kerap memicu risiko nyata di jalur pendakian, mulai dari tanah longsor, jalur yang licin dan berbahaya, hingga ancaman pohon tumbang. Faktor keselamatan manusia menjadi pertimbangan utama yang tidak bisa ditawar.

Di sisi lain, jeda kunjungan ini juga dinilai penting dari perspektif konservasi. Sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian 3.078 mdpl, Gunung Ciremai memiliki daya tarik besar bagi pendaki dari berbagai daerah. Volume kunjungan yang tinggi, terutama di musim ramai, memberikan tekanan signifikan pada vegetasi, struktur tanah, dan mata air. Masa istirahat ini memberi kesempatan bagi alam untuk memulihkan diri dari erosi dan kerusakan lainnya.

Penanganan Tiket dan Imbauan kepada Pendaki

Bagi calon pendaki yang telah melakukan pemesanan tiket secara daring untuk periode penutupan, pengelola meminta untuk segera melakukan konfirmasi kepada admin. Mekanisme penjadwalan ulang ini diterapkan untuk menghindari penumpukan jumlah pendaki secara tiba-tiba ketika jalur dibuka kembali, sehingga proses pemulihan lingkungan bisa tetap terjaga.

Kebijakan serupa sebenarnya bukan hal baru. Pengelola taman nasional telah beberapa kali menerapkan penutupan sementara, baik parsial maupun total, sebagai bagian dari manajemen konservasi yang berkelanjutan dan responsif terhadap kondisi. Langkah ini menjadi instrumen penting untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan wisata dan daya dukung lingkungan jangka panjang.

Balai Taman Nasional Gunung Ciremai pun mengimbau dengan tegas kepada seluruh masyarakat dan komunitas pendaki untuk menghormati dan mematuhi kebijakan ini. Mereka diminta untuk tidak memaksakan diri masuk ke kawasan selama masa penutupan. Pengawasan lapangan akan diperketat untuk mencegah adanya aktivitas pendakian ilegal yang dapat membahayakan keselamatan dan menggagalkan upaya pemulihan ekosistem.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar