Kompleksitas Regulasi Hambat Pertumbuhan E-Commerce Global

- Minggu, 15 Februari 2026 | 12:50 WIB
Kompleksitas Regulasi Hambat Pertumbuhan E-Commerce Global

PARADAPOS.COM - Lanskap perdagangan daring global sedang menghadapi ujian berat. Laporan terbaru dari Otto Media Grup mengungkap bahwa pertumbuhan e-commerce lintas batas, yang diproyeksikan mendekati US$1,24 triliun pada 2025, justru terhambat oleh kompleksitas regulasi di berbagai negara. Alih-alih soal menarik pelanggan, tantangan utama kini bergeser ke kemampuan menyelesaikan setiap transaksi dengan mulus, di tengah aturan pajak, bea cukai, dan data yang terus berubah.

Kepatuhan Regulasi: Penghambat Utama Ekspansi Global

Laporan E-Commerce Global 2025 tersebut menyoroti sebuah paradoks. Di satu sisi, nilai pasar terus membesar, namun di sisi lain, sekitar 70% transaksi lintas batas berakhir dengan pembatalan. Penyebabnya bukan lagi ketiadaan permintaan, melainkan kegagalan dalam pemenuhan pesanan akhir akibat ketidakpastian biaya dan kepatuhan hukum. Intinya, bisnis kini harus menguasai "orkestrasi kepatuhan" di banyak yurisdiksi sekaligus, sebuah tugas yang jauh lebih rumit daripada sekadar akuisisi pelanggan.

Gelombang Pengetatan Aturan di Berbagai Negara

Tekanan regulasi ini nyata dan simultan terjadi di pusat-pusat ekonomi dunia. China, dengan nilai transaksi ekspor-impor e-commerce yang sangat besar, semakin memperketat pengawasan pajak dan barang. Di Amerika Serikat, kebijakan bebas pajak untuk barang bernilai rendah diperkirakan berakhir tahun depan, yang akan berdampak signifikan pada arus paket dari China. Sementara itu, Uni Eropa telah memperkuat peran platform digital dalam memungut dan membayar pajak penjualan.

Kondisi ini menciptakan kontradiksi operasional yang mahal. Banyak merek menggelontorkan dana besar untuk pemasaran dan subsidi guna mendongkrak nilai transaksi (GMV), namun proses vital seperti pelaporan pajak lintas batas dan dokumen bea cukai masih ditangani secara manual dan terfragmentasi. Akibatnya, lebih dari separuh merek pernah terpaksa menarik produk atau menghentikan iklan sementara akibat masalah kepatuhan.

Lebih dari sepertiga kerugian terjadi karena apa yang disebut laporan sebagai "pesanan yang tidak dapat diselesaikan dengan lancar."

Solusi Teknologi untuk Navigasi Kompleksitas

Menjawab tantangan ini, Otto Media Grup memperkenalkan modul WorldBridge. Sistem ini dirancang sebagai mesin aturan terpadu yang memetakan dan menyatukan seluruh jalur kepatuhan—mulai dari pajak, bea cukai, pemeriksaan platform, hingga persyaratan data. Dengan simulasi dan pemantauan yang terintegrasi, sistem ini bertujuan mempersingkat siklus perencanaan di pasar baru dan mengurangi ketidakpastian biaya pemenuhan.

Budi Santoso, CEO Otto Media Grup, menegaskan bahwa perubahan lanskap ini menuntut pendekatan yang lebih terstruktur dan matang.

"Banyak brand masih berpikir pertumbuhan lintas batas hanya soal trafik dan GMV. Padahal, yang menentukan keberlanjutan adalah kepastian kepatuhan. Jika pajak, bea cukai, dan aturan data tidak disimulasikan sejak awal, maka setiap pesanan berpotensi menjadi risiko. Kami melihat masa depan e-commerce bukan lagi tentang ekspansi cepat, tetapi ekspansi yang terukur dan patuh," tuturnya dalam keterangan pers.

Masa Depan: Dari Ekspansi Cepat Menuju Pertumbuhan Andal

Laporan ini pada akhirnya menyimpulkan pergeseran fundamental. Kompetisi di arena e-commerce global tidak lagi dimenangkan oleh belanja iklan terbesar atau kurva GMV yang paling cuik. Keunggulan kompetitif justru akan ditentukan oleh kemampuan mengubah rantai pemenuhan dan kepatuhan yang selama ini tak terlihat menjadi fondasi operasional yang andal dan terpercaya.

Dalam lingkungan regulasi yang semakin ketat, merek-merek didorong untuk beralih dari pola pikir berbasis peluang semata menjadi pendekatan berbasis aturan. Kepatuhan harus menjadi pertimbangan dasar dalam setiap keputusan, mulai dari pengembangan produk, penetapan harga, hingga strategi konten dan iklan. Pada akhirnya, di tengah ketidakpastian global, pertumbuhan yang berkelanjutan akan bertumpu pada pengiriman yang stabil dan pembangunan kepercayaan jangka panjang.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar