Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas 6 Kilometer, Penambang Pasir Berhamburan

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:50 WIB
Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas 6 Kilometer, Penambang Pasir Berhamburan

PARADAPOS.COM - Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan meluncurkan awan panas guguran (APG) sejauh 6 kilometer pada Sabtu pagi, 14 Februari 2026. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tiga kali luncuran material panas ke arah Besuk Kobokan, yang memicu kepanikan di antara para penambang pasir. Meski demikian, dampak langsung ke permukiman warga belum dilaporkan, sementara status gunung tetap di level Siaga (Level 3).

Rekaman Visual dan Data Kegempaan

Momen mengerikan luncuran awan panas itu terekam jelas oleh kamera CCTV milik BPBD Lumajang yang dipasang di Desa Oro-Oro Ombo. Data seismograf menunjukkan getaran gempa guguran dengan amplitudo 22 milimeter berlangsung selama satu setengah menit. Tak lama setelah kejadian, kolom asap tebal terlihat membubung tinggi di sisi utara lereng gunung, menandakan besarnya energi yang dilepaskan.

Kepanikan di Area Aliran Sungai

Intensitas guguran yang besar langsung menciptakan situasi genting di sekitar aliran Besuk Kobokan. Puluhan penambang pasir yang sedang bekerja terpaksa lari berhamburan menyelamatkan diri, menghindari kemungkinan terjangan material vulkanik panas. Kejadian ini mengingatkan kembali pada betapa dinamis dan berpotensi bahayanya aktivitas di kawasan tersebut saat gunung menunjukkan tanda-tanda tidak stabil.

Status Siaga dan Zona Larangan

Peningkatan aktivitas ini, menurut analisis PVMBG, dipicu oleh tingginya frekuensi gempa vulkanik dalam dalam beberapa hari terakhir. Dengan status masih di Level Siaga, otoritas setempat mempertegas larangan beraktivitas di dalam radius 5 kilometer dari puncak. Larangan serupa juga berlaku di sepanjang 13 kilometer aliran Besuk Kobokan, yang merupakan jalur utama luncuran awan panas.

Kesiapsiagaan dan Peringatan Dini

Sebagai langkah antisipasi, Tim Reaksi Cepat telah disiagakan di berbagai titik rawan. Sistem peringatan dini berbasis sirine di jalur evakuasi juga telah diaktifkan untuk memberikan peringatan sesegera mungkin jika terjadi ancaman.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menjelaskan kesiapan teknis yang telah dilakukan. "Antisipasi kita tetap standby di pos dan memasang sirine. Apabila terjadi APG dengan luncuran jauh, kita nyalakan sirine. Pasukan juga standby di jalur evakuasi untuk membantu warga," jelasnya.

Imbauan untuk Masyarakat

Dalam situasi yang terus berkembang seperti ini, kewaspadaan dan sumber informasi yang akurat menjadi kunci. Masyarakat diimbau untuk menjauhi zona bahaya yang telah ditetapkan dan senantiasa mengikuti perkembangan melalui kanal-kanal resmi dari pihak berwenang. Pemantauan terhadap Gunung Semeru terus dilakukan secara intensif untuk mendeteksi setiap perubahan yang mungkin terjadi.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar