PARADAPOS.COM - Banjir dan longsor yang dipicu hujan deras melumpuhkan sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Senin (16/2) sore. Bencana yang berpusat di aliran Sungai Lopian ini menyebabkan kerusakan parah pada permukiman warga, menggeser beberapa rumah, serta memutus akses jalan dan listrik di beberapa titik. Pemerintah provinsi dan kabupaten telah turun langsung meninjau lokasi untuk memastikan penanganan darurat dan pendataan korban.
Kerusakan Parah di Permukiman Warga
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyatakan bahwa luapan Sungai Lopian dari hulu telah mengakibatkan kerusakan berat pada permukiman penduduk di Kecamatan Badiri. Bahkan, beberapa bangunan tempat tinggal dilaporkan bergeser dari fondasinya. Usai meninjau lokasi pada Rabu, Bobby mengaku telah berdialog langsung dengan warga yang sedang melakukan evakuasi dan pembersihan.
“Kita lihat kondisinya bagaimana untuk bangunan rumah warga. Ada kategori kerusakannya ringan, sedang atau berat. Untuk beberapa titik terdampak, sudah kita tinjau,” tegasnya.
Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan keluh kesah mereka karena tidak dapat lagi menempati rumahnya, bahkan kehilangan tempat tinggal. Gubernur pun berusaha meyakinkan masyarakat bahwa bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten akan segera disalurkan, termasuk untuk penanganan infrastruktur dan penyediaan hunian tetap.
“Bantuannya kita siapkan. Dari pemerintah pusat juga ada, dan kabupaten. Untuk bapak ibu, nanti pakai rekening Bank Sumut ya. Kalau belum ada, biar kami yang buatkan atas nama siapa,” tuturnya.
Pendataan Cepat dan Rencana Pemulihan
Merespons situasi darurat ini, Bobby Nasution meminta jajaran pemerintah kabupaten, mulai dari tingkat dusun hingga kabupaten, untuk segera menyiapkan data faktual warga terdampak. Data yang akurat dan cepat dinilai krusial untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan proses pemulihan berjalan terencana.
“Kita minta supaya data masyarakat terdampak, segera bisa kita terima dari kabupaten. Begitu juga proses penanganan bencana, kita sudah ada skema rencana rekonstruksi, rehabilitasi pascabencana,” jelas Bobby.
Longsor Timbun Jalan dan Putuskan Listrik
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengonfirmasi bahwa banjir telah melanda beberapa kecamatan sejak Senin (16/2). Dampaknya tidak main-main. Di Kecamatan Tukka, banjir menyebabkan pemadaman listrik, sementara material longsoran menutup sejumlah ruas jalan vital.
“Bahkan di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, dampaknya tergolong cukup parah hingga menyebabkan pemadaman listrik,” kata Masinton.
Laporan dari lapangan memperjelas gambaran kerusakan tersebut. Kasat Lantas Polres Tapteng, AKP Dela Amtoni, mengabarkan bahwa material kayu dan batu menutup total badan Jalan Rampa Poriaha di Km 7 Sigarupu, Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis. Sementara itu, di sepanjang Jalan Sibolga–Tarutung Km 23 hingga Km 26, longsoran menutup badan jalan dan sempat membendung aliran sungai, yang justru memicu banjir di sekitar lokasi.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun tujuh unit rumah terdampak banjir dan longsor,” ungkap Dela Amtoni.
Meski berita baik datang dari nihilnya korban jiwa, tantangan pemulihan pascabencana masih panjang. Fokus pemerintah saat ini adalah memulihkan akses transportasi, jaringan listrik, dan yang terpenting, memastikan keberlangsungan hidup warga yang kehilangan tempat tinggal.
Artikel Terkait
Krakatau Steel Proyeksikan Lonjakan Permintaan Baja untuk Galangan Kapal
Pengamat Soroti Benturan Etika dan Politik Praktis Sebagai Akar Disorientasi Kementerian
TNI Tegaskan Komitmen Berkelanjutan dalam Pemulihan Pascabencana Sumatera
Ahli Gizi Ingatkan Risiko Sembelit hingga Gangguan Metabolik Akibat Kurang Serat Saat Puasa