PARADAPOS.COM - Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengingatkan bahwa kurangnya asupan serat selama bulan puasa dapat memicu gangguan pencernaan, dengan sembelit sebagai keluhan yang paling umum. Penurunan konsumsi sayur dan buah akibat perubahan pola makan disebut sebagai penyebab utama, yang jika dibiarkan berlarut-larut berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.
Dampak Langsung pada Pencernaan
Menurut Rita, perubahan pola makan selama berpuasa seringkali tanpa disadari mengurangi porsi sayur dan buah. Akibatnya, kebutuhan serat harian pun tak tercukupi. Kondisi ini langsung berdampak pada kelancaran sistem pencernaan.
“Yang paling sering terjadi saat asupan serat kurang itu sembelit. Banyak orang puasa mengalami sembelit dan perut tidak nyaman karena seratnya tidak cukup,” ungkapnya dalam keterangan pada Rabu.
Dosen di Universitas Faletehan Serang itu menjelaskan, saat asupan serat rendah, pergerakan usus akan melambat. Hal ini menyebabkan proses buang air besar menjadi tidak lancar dan menimbulkan rasa tidak nyaman di perut. Jika kondisi ini berlangsung lama, Rita melanjutkan, masalah kekurangan serat bisa berkembang menjadi gangguan yang lebih serius pada saluran cerna.
“Sembelit berkepanjangan dapat memicu peradangan dan meningkatkan risiko hemoroid,” jelasnya.
Efek Berantai Hingga ke Metabolisme dan Kesehatan Mental
Risiko dari kurang serat ternyata tidak berhenti pada gangguan pencernaan. Rita menyoroti dampak yang lebih luas, termasuk pada kesehatan metabolik dan keseimbangan mikrobiota usus.
Ia menyampaikan bahwa asupan serat yang rendah dapat menyebabkan kontrol penyerapan zat gizi menjadi kurang optimal. Akibatnya, kadar gula dan lemak dalam darah berpotensi meningkat. Selain itu, serat merupakan sumber makanan utama bagi bakteri baik di usus. Kekurangan serat akan mengurangi jumlah dan keragaman mikrobiota usus yang menguntungkan.
“Kesehatan mikrobiota usus juga berkaitan dengan kesehatan mental. Jadi kalau asupan serat kurang, efeknya tidak hanya ke pencernaan, tapi bisa berdampak lebih luas,” tegasnya.
Kiat Memenuhi Kebutuhan Serat Selama Puasa
Menyadari berbagai risiko tersebut, Rita menekankan pentingnya strategi khusus untuk memastikan kecukupan serat. Kuncinya adalah dengan secara sengaja memasukkan sumber serat ke dalam menu harian selama bulan Ramadan.
Ia menganjurkan untuk menjadikan sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian sebagai komponen tetap dalam santap sahur dan berbuka puasa. Dengan perencanaan menu yang baik, kebutuhan serat dapat terpenuhi sehingga pencernaan tetap lancar dan tubuh terjaga kesehatannya sepanjang menjalani ibadah puasa.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Larang Ormas Sweeping Rumah Makan Saat Ramadan
Kementerian HAM Jadikan Desa Sadar HAM dan Kampung Redam Program Prioritas Nasional
Pengacara Ariyanto Bakri Dituntut 17 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Minyak Goreng
Krakatau Steel Proyeksikan Lonjakan Permintaan Baja untuk Galangan Kapal