Krakatau Steel Proyeksikan Lonjakan Permintaan Baja untuk Galangan Kapal

- Rabu, 18 Februari 2026 | 18:25 WIB
Krakatau Steel Proyeksikan Lonjakan Permintaan Baja untuk Galangan Kapal

PARADAPOS.COM - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) memproyeksikan lonjakan permintaan baja untuk industri galangan kapal dalam negeri, dengan pertumbuhan yang diperkirakan mencapai dua digit. Optimisme ini muncul seiring dengan upaya penguatan industri maritim nasional dan arahan dari Danantara untuk meningkatkan penggunaan produk baja domestik. Saat ini, KRAS secara rutin memasok sekitar 400.000 ton baja per tahun ke sektor galangan kapal.

Pasokan Rutin dan Potensi Pertumbuhan Signifikan

Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio KRAS, Hernowo, mengonfirmasi volume pasokan rutin tersebut. Menurutnya, angka ini menjadi basis yang kuat untuk pertumbuhan yang lebih besar, terutama jika didukung oleh kebijakan yang mendorong penggunaan material lokal dalam pembangunan kapal.

"Jadi sekarang Krakatau Steel itu satu tahun kira-kira mensuplai 400.000 ton [galangan kapal]. Ya, sekitar segitu per tahun rutin, ya kebutuhan rutin. Jadi kalau ini size-nya seperti itu, itu growth-nya signifikan itu," papar Hernowo, Rabu (18/2/2026).

Kunci Pendorong: Bahan Baku Domestik dan Dukungan Kebijakan

Hernowo menekankan bahwa percepatan industri maritim nasional harus sejalan dengan pemanfaatan bahan baku dalam negeri. Dia meyakini, dengan komitmen terhadap material domestik, penyerapan baja untuk industri perkapalan bisa meningkat drastis.

"Kalau dibangun di domestik semua bisa double dengan catatan materialnya tidak impor. Nah, jadi kalau materialnya domestik itu bisa double industri kapal kita ya dari sisi penyerapan bahan baku," jelasnya.

Pernyataan ini sejalan dengan langkah strategis yang diambil oleh Danantara Indonesia selaku holding BUMN. Dony Oskaria, COO Danantara, sebelumnya menyatakan komitmen untuk mendorong BUMN di sektor manufaktur, seperti perkapalan dan kereta api, menjadi penyerap utama baja produksi KRAS.

Sinergi BUMN untuk Perkuat Rantai Pasok

Lebih lanjut, Dony menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya industrialisasi terintegrasi di dalam ekosistem Danantara. Langkah konkretnya adalah dengan mewajibkan perusahaan-perusahaan di bawah naungannya yang membutuhkan kapal baru untuk memproduksinya di PT PAL Indonesia.

"Kami mendorong terjadinya industrialisasi di beberapa aspek, yang terutama sekali berkaitan dengan perusahaan-perusahaan yang ada di dalam lingkup Danantara," ungkap Dony dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (5/2/2026).

Dia menambahkan, "Tujuannya adalah untuk meningkatkan industri perkapalan kita, termasuk di dalamnya PT PIS [Pertamina International Shipping], PT Pelni, PT ASDP ini kita wajibkan untuk melakukan manufaktur kebutuhan kapal mereka di PT PAL."

Kebijakan sinergi vertikal ini diharapkan tidak hanya menguatkan industri galangan kapal nasional, tetapi juga menciptakan permintaan yang stabil dan berkelanjutan bagi industri hulu seperti produsen baja, sekaligus mendukung program substitusi impor di sektor strategis.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar