PARADAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca pada hari pertama puasa Ramadan 1447 Hijriah, yang jatuh pada Rabu, 19 Februari 2026, akan didominasi hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk ibadah dan perjalanan di hari pertama bulan suci. Prakirawan BMKG, Ina, mengungkapkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang bahkan disertai petir diperkirakan terjadi di sejumlah kota besar, sementara wilayah lain akan diliputi mendung tebal.
Prakiraan Cuaca untuk Wilayah Barat Indonesia
Untuk kawasan barat Indonesia, pola cuaca menunjukkan dinamika yang cukup signifikan. Hujan dengan intensitas bervariasi diprediksi mengguyur banyak kota, mulai dari ujung barat Sumatera hingga ke Kalimantan dan Jawa.
Pontianak dan Banjarmasin menjadi wilayah yang perlu diwaspadai karena berpotensi mengalami hujan yang disertai petir. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diperkirakan terjadi di Banda Aceh, Serang, Semarang, dan Yogyakarta.
Sebagian besar ibu kota provinsi lainnya, seperti Medan, Padang, Jakarta, Bandung, hingga Surabaya, diprakirakan hanya akan mengalami hujan ringan. Tidak ada wilayah di bagian barat Indonesia yang diprediksi hanya berawan pada hari tersebut.
Kondisi di Wilayah Timur Indonesia
Sementara itu, kondisi cuaca di Indonesia bagian timur tampak sedikit berbeda. Meski hujan petir tidak diprakirakan terjadi, beberapa wilayah justru akan mengalami hujan dengan intensitas yang cukup deras.
Nabire dan Merauke diprediksi akan diguyur hujan sedang. Hujan ringan juga berpotensi terjadi di berbagai kota, mulai dari Denpasar dan Mataram di Nusa Tenggara, hingga ke wilayah timur seperti Manado, Ternate, Ambon, Sorong, dan Jayawijaya.
Kondisi unik dialami oleh Makassar, yang menurut prakiraan BMKG, hanya akan diliputi oleh kondisi berawan tebal tanpa hujan.
Menyikapi prakiraan ini, Ina mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Masyarakat diharapkan waspada terhadap potensi cuaca tersebut, khususnya yang tengah beraktivitas di luar ruangan dan tengah menggunakan transportasi," jelasnya.
Dia juga menekankan pentingnya mengakses informasi yang akurat dan terkini langsung dari sumber resmi. Masyarakat dapat terus memantau perkembangan terbaru kondisi cuaca melalui laman dan kanal media sosial resmi BMKG untuk mendapatkan pembaruan dan peringatan dini yang lebih rinci. Hal ini penting untuk merencanakan aktivitas, terutama di hari pertama bulan Ramadan yang penuh berkah ini.
Artikel Terkait
Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 untuk Kota Palembang Dirilis
Ipone Luncurkan Empat Varian Pelumas Baru di IIMS 2026
Niat Sebagai Kompas Spiritual Kunci Kebermaknaan Puasa Ramadan
Lonjakan 22% Arus Kendaraan di GT Cikampek Utama Saat Libur Imlek 2026