PARADAPOS.COM - Umat Islam di Kota Makassar memasuki hari ketiga ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Sabtu, 21 Februari 2026. Menyimak jadwal imsakiyah yang tepat menjadi kunci untuk memulai dan mengakhiri ibadah puasa sesuai dengan ketentuan syariat. Artikel ini menyajikan panduan waktu salat dan imsak untuk wilayah Makassar beserta tuntunan niat puasa, berdasarkan sumber resmi Kementerian Agama Republik Indonesia.
Panduan Waktu Ibadah di Makassar
Bagi masyarakat Muslim, ketepatan waktu dalam menjalankan puasa Ramadan adalah hal yang fundamental. Ibadah ini dimulai sejak terbitnya fajar (imsak) dan berakhir saat matahari terbenam. Untuk mendukung kekhusyukan ibadah, berikut adalah jadwal salat dan imsak yang berlaku untuk Kota Makassar pada tanggal 21 Februari 2026, atau bertepatan dengan 3 Ramadan 1447 H.
Imsak: 04:42 WIB
Subuh: 04:52 WIB
Zuhur: 12:19 WIB
Asar: 15:30 WIB
Magrib: 18:26 WIB
Isya: 19:36 WIB
Dengan patokan waktu ini, diharapkan setiap individu dapat mengatur aktivitas sahur dan berbuka dengan lebih terencana, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan sempurna.
Landasan Syariat tentang Waktu Puasa
Ketentuan waktu berpuasa telah diatur secara jelas dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 187, yang menjadi dasar utama bagi umat Islam.
“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam yaitu fajar.” (QS Al-Baqarah: 187).
Ayat ini memberikan batasan yang gamblang, yaitu diperbolehkannya makan dan minum hingga terbitnya fajar yang menandai dimulainya waktu imsak dan salat Subuh. Pemahaman ini yang kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam penentuan jadwal imsakiyah oleh pihak yang berwenang.
Ketentuan Niat Puasa Ramadan
Di samping memperhatikan waktu, kesahihan puasa juga sangat bergantung pada niat. Dalam Mazhab Syafi'i yang banyak dianut di Indonesia, niat puasa wajib diucapkan setiap malam, mulai dari waktu Magrib hingga sebelum terbit fajar. Hal ini menekankan pentingnya kesadaran dan pembaruan tekad dari hari ke hari selama bulan Ramadan.
Berikut adalah lafal niat puasa Ramadan:
نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانِ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ
Nawaitu shouma ghodin 'an adaain fardhi syahri romadhooni haadzihissanati lillahi ta'aala
“Saya niat mengerjakan ibadah puasa untuk menunaikan keajiban bulan Ramadhan pada tahun ini, karena Allah SWT.”
Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya niat ini dalam sebuah hadits. Beliau bersabda,
“Siapa yang tidak membulatkan niat mengerjakan puasa sebelum waktu fajar, maka ia tidak berpuasa.” (Hadits Shahih riwayat Abu Daud: 2098, al-Tirmidzi: 662, dan al-Nasa’i: 2293).
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa niat bukan sekadar formalitas, melainkan ruh dari ibadah puasa itu sendiri.
Menjalankan Ibadah dengan Tertib
Memiliki akses terhadap informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan langkah awal untuk menjalankan ibadah dengan tertib. Jadwal yang disusun oleh instansi resmi, seperti Kementerian Agama, biasanya telah melalui perhitungan astronomi yang cermat, mempertimbangkan posisi geografis suatu wilayah. Dengan mengikuti panduan tersebut dan melengkapinya dengan niat yang tulus, diharapkan setiap Muslim di Makassar dapat menjalani hari-hari Ramadan dengan penuh kekhusyukan dan keberkahan, sesuai tuntunan agama.
Artikel Terkait
Indonesia dan AS Sepakati Pembelian Energi USD15 Miliar, Diversifikasi Sumber Impor BBM
Jadwal Imsak Denpasar 3 Ramadhan 1447 H Pukul 04.46 WITA
BMKG Imbau Warga Jabodetabek Siapkan Payung dan Jas Hujan Sabtu Ini
Trump Puji Prabowo sebagai Pemimpin Tangguh dan Cerdas di Forum Perdamaian