Menteri AS: Tidak Ada Opsi Lain Selain Gencatan Senjata untuk Gaza

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:25 WIB
Menteri AS: Tidak Ada Opsi Lain Selain Gencatan Senjata untuk Gaza

PARADAPOS.COM - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mendesak komunitas internasional untuk mendukung kelanjutan gencatan senjata di Jalur Gaza, dengan menegaskan bahwa tidak ada alternatif lain selain mempertahankan perdamaian. Pernyataan ini disampaikannya dalam pertemuan perdana Board of Peace, sebuah dewan yang dibentuk untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai. Rubio memperingatkan bahwa satu-satunya pilihan selain gencatan senjata adalah kembalinya peperangan yang tidak diinginkan oleh siapa pun.

Peringatan Tegas Tanpa Rencana Cadangan

Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dan pejabat tinggi negara anggota, Rubio menyuarakan nada yang tegas namun realistis. Ia menekankan bahwa keberhasilan proses damai saat ini adalah satu-satunya harapan, sembari mengesampingkan segala bentuk skenario alternatif yang justru berisiko mengembalikan situasi ke titik nol.

"Kita harus menjalankannya dengan benar. Tidak ada rencana cadangan untuk Gaza. Rencana cadangan berarti kembali ke perang. Tidak seorang pun di sini menginginkan hal itu," tegasnya.

Rubio kemudian melanjutkan dengan visi jangka panjang, menggambarkan sebuah masa depan yang berkelanjutan pasca konflik. "Satu-satunya jalan ke depan adalah membangun kembali Gaza menuju perdamaian yang tahan lama dan berkelanjutan, sehingga semua orang dapat hidup berdampingan tanpa kembali menghadapi konflik, perang, penderitaan manusia, maupun kehancuran," ujarnya.

Dewan Perdamaian dan Tantangan di Lapangan

Board of Peace sendiri merupakan inisiatif yang awalnya difokuskan untuk konflik Gaza, namun kini cakupannya diperluas untuk menangani berbagai ketegangan global. Washington melaporkan bahwa semakin banyak negara yang menunjukkan komitmen dengan bergabung dalam dewan ini, mencerminkan keresahan internasional akan perlunya mekanisme penyelesaian konflik yang lebih efektif.

Di lapangan, gencatan senjata yang difasilitasi AS dan telah berlaku sejak 10 Oktober 2026, memang berhasil menghentikan serangan besar-besaran. Konflik sebelumnya, yang berlangsung selama dua tahun, dikabarkan telah menimbulkan korban jiwa yang sangat besar, terutama di kalangan warga sipil. Namun, jalan menuju perdamaian tetap berliku.

Gencatan Senjata dan Realita yang Berbeda

Meski situasi secara umum lebih tenang, laporan dari otoritas kesehatan Gaza menyoroti fakta yang pahit. Mereka mencatat bahwa ratusan insiden yang dikategorikan sebagai pelanggaran gencatan senjata masih terjadi, berupa penembakan dan serangan terbatas yang tetap memakan korban jiwa dan luka-luka di pihak warga Palestina. Data ini menggarisbawahi kompleksitas dan kerapuhan situasi di tanah konflik, di mana perdamaian di atas kertas belum sepenuhnya terwujud di setiap sudut jalan.

Dengan demikian, seruan Rubio di forum internasional bukan hanya sekadar retorika diplomatik, tetapi juga sebuah pengakuan akan urgensi dan kerentanan momen damai yang sedang dijaga. Tantangan ke depan adalah memastikan komitmen di tingkat politik dapat benar-benar menghentikan penderitaan di tingkat yang paling manusiawi.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar