PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menerima alokasi bantuan bibit perkebunan senilai Rp200 miliar dari APBN 2026. Bantuan ini, yang merupakan tahap kedua setelah sebelumnya, akan disalurkan ke petani di 15 kabupaten untuk menguatkan produksi komoditas unggulan dan mendongkrak kesejahteraan pelaku sektor perkebunan di daerah tersebut.
Distribusi Menyesuaikan Potensi Daerah
Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, La Ode Muhammad Rusdin Jaya, memaparkan bahwa penyaluran bibit akan disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah. Jenis bibit yang didistribusikan meliputi kakao, kelapa dalam, dan pala. Daerah-daerah penerima manfaat antara lain Kolaka Timur, Bombana, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Muna, Wakatobi, Buton Tengah, Buton Selatan, dan Muna Barat.
Selain bibit, paket bantuan yang komprehensif juga mencakup dukungan pupuk serta bantuan Hari Orang Kerja (HOK) untuk meringankan beban petani selama masa tanam. Pendekatan ini menunjukkan perhatian pada aspek teknis sekaligus sosial dari program pembangunan pertanian.
Komitmen Pemerintah Daerah dan Rencana Jangka Panjang
Program bantuan ini tidak hanya sekadar penyaluran barang, tetapi bagian dari strategi penguatan sektor hulu yang selama ini menjadi penopang ekonomi regional. Pemerintah provinsi menegaskan fokus pada peningkatan produksi di tahap awal.
La Ode Muhammad Rusdin Jaya menambahkan bahwa dukungan dari pemerintah pusat ini sejalan dengan visi kepemimpinan daerah.
"Bantuan ini juga merupakan wujud perhatian Gubernur Andi Sumangerukka dalam mendorong pengembangan sektor perkebunan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi komoditas unggulan," jelasnya.
Strategi jangka panjangnya pun telah disiapkan. Jika target produksi tercapai dan hasil melimpah, kebijakan pada 2028–2029 akan bergeser ke hilirisasi. Rencananya, akan dibangun pabrik pengolahan skala kecil, menengah, hingga besar untuk meningkatkan nilai tambah produk perkebunan Sultra secara signifikan.
Dampak yang Diharapkan
Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, program ini diharapkan dapat berjalan optimal. Peningkatan produksi dan produktivitas perkebunan menjadi tujuan utama, yang pada gilirannya diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Secara bertahap, sektor perkebunan Sultra diharapkan tidak hanya maju, tetapi juga memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar nasional, membawa manfaat berkelanjutan bagi perekonomian daerah.
Artikel Terkait
Harga Sembako di Bintan Mulai Naik Menjelang Ramadan
Guru SLB di Yogyakarta Dilaporkan Lecehkan Siswa Disabilitas
Truk Trailer Tertabrak Commuter Line di Perlintasan Poris Tangerang
Pemerintah Siapkan Rp29,6 Miliar untuk Bibit Kakao, Kelapa, dan Pala di Kolaka Utara pada 2026