Sultra Terima Bantuan Bibit Perkebunan Rp200 Miliar dari APBN 2026

- Jumat, 20 Februari 2026 | 07:50 WIB
Sultra Terima Bantuan Bibit Perkebunan Rp200 Miliar dari APBN 2026

PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menerima alokasi bantuan bibit perkebunan senilai Rp200 miliar dari APBN 2026. Bantuan ini, yang merupakan tahap kedua setelah sebelumnya, akan disalurkan ke petani di 15 kabupaten untuk menguatkan produksi komoditas unggulan dan mendongkrak kesejahteraan pelaku sektor perkebunan di daerah tersebut.

Distribusi Menyesuaikan Potensi Daerah

Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, La Ode Muhammad Rusdin Jaya, memaparkan bahwa penyaluran bibit akan disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah. Jenis bibit yang didistribusikan meliputi kakao, kelapa dalam, dan pala. Daerah-daerah penerima manfaat antara lain Kolaka Timur, Bombana, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Muna, Wakatobi, Buton Tengah, Buton Selatan, dan Muna Barat.

Selain bibit, paket bantuan yang komprehensif juga mencakup dukungan pupuk serta bantuan Hari Orang Kerja (HOK) untuk meringankan beban petani selama masa tanam. Pendekatan ini menunjukkan perhatian pada aspek teknis sekaligus sosial dari program pembangunan pertanian.

Komitmen Pemerintah Daerah dan Rencana Jangka Panjang

Program bantuan ini tidak hanya sekadar penyaluran barang, tetapi bagian dari strategi penguatan sektor hulu yang selama ini menjadi penopang ekonomi regional. Pemerintah provinsi menegaskan fokus pada peningkatan produksi di tahap awal.

La Ode Muhammad Rusdin Jaya menambahkan bahwa dukungan dari pemerintah pusat ini sejalan dengan visi kepemimpinan daerah.

"Bantuan ini juga merupakan wujud perhatian Gubernur Andi Sumangerukka dalam mendorong pengembangan sektor perkebunan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi komoditas unggulan," jelasnya.

Strategi jangka panjangnya pun telah disiapkan. Jika target produksi tercapai dan hasil melimpah, kebijakan pada 2028–2029 akan bergeser ke hilirisasi. Rencananya, akan dibangun pabrik pengolahan skala kecil, menengah, hingga besar untuk meningkatkan nilai tambah produk perkebunan Sultra secara signifikan.

Dampak yang Diharapkan

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, program ini diharapkan dapat berjalan optimal. Peningkatan produksi dan produktivitas perkebunan menjadi tujuan utama, yang pada gilirannya diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Secara bertahap, sektor perkebunan Sultra diharapkan tidak hanya maju, tetapi juga memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar nasional, membawa manfaat berkelanjutan bagi perekonomian daerah.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar