PARADAPOS.COM - Seorang pelaku pencurian dengan kekerasan atau penjambretan yang menyasar nenek penjual nasi uduk di Bekasi akhirnya berhasil dibekuk polisi. Pelaku berinisial TR alias B ditangkap di Jakarta Timur pada Jumat (20/2/2026) dini hari setelah melakukan sejumlah aksi yang menyasar ibu-ibu dan lansia. Penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan menyeluruh yang melacak pergerakan pelaku dari rekaman CCTV di TKP.
Modus Berpura-pura Beli, Lalu Menjambret
Kasus pertama yang dilacak polisi terjadi pada Jumat, 2 Januari 2026, di kawasan Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi. Saat itu, korban yang berjualan nasi uduk sedang lengah. Pelaku mendatangi lapak korban dan berpura-pura memesan makanan. Sementara korban sibuk menyiapkan pesanan, pelaku mengambil tas totebag berisi uang hasil dagangan senilai Rp7,5 juta yang digantungkan di pagar.
Korban sempat menyadari aksi tersebut dan berusaha menghadang. Sayangnya, pelaku langsung kabur dengan sepeda motornya dengan kencang, hingga menyebabkan korban terjatuh dan terluka. Aksi nekat ini kemudian viral di media sosial, memantik perhatian dan keprihatinan publik.
Penangkapan di Jakarta Timur
Setelah melakukan penyelidikan mendalam dan menganalisis sejumlah rekaman CCTV, tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya akhirnya mengamankan pelaku. Penangkapan dilakukan di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Jumat, 20 Februari 2026, sekitar pukul 05.40 WIB.
AKP Arief Rizky Nugroho, Kanit V Subdit Resmob, menjelaskan kronologi penangkapan tersebut.
"Pelaku berhasil kami amankan berikut barang bukti setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan analisa CCTV dari beberapa lokasi kejadian," jelasnya kepada awak media, Senin (23/2).
Modus Serupa Terulang di Pondok Melati
Sebelum ditangkap, pelaku diduga kuat juga melakukan aksi serupa di wilayah lain. Pada Selasa, 17 Februari 2026, sekitar pukul 07.30 WIB, kejadian serupa dilaporkan terjadi di Jalan Bulak Tinggi, Pondok Melati, Kota Bekasi.
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan pola yang konsisten. Arief Rizky Nugroho memaparkan modus operandi yang digunakan.
"Pelaku diketahui memiliki modus memesan makanan terlebih dahulu untuk mengalihkan perhatian korban, lalu mengambil uang hasil dagangan," ungkapnya.
Pelaku secara spesifik memilih korban dari kalangan lansia dan ibu-ibu yang dinilai lebih rentan. Polisi menduga ini bukan kali pertama pelaku beraksi, dan penyelidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan kasus lain yang belum terlapor.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Resmi Hentikan Izin Lapangan Padel Baru di Perumahan
Satu Tahanan Narkoba Berhasil Ditangkap Usai Kabur dari Rutan Way Kanan
KONI NTT Gelar Rapat Strategis, Target 37 Emas dan Pembenahan Venue untuk PON 2028
Seleksi FKDM Jakarta Pusat Disorot, Diduga Abaikan Tes Tertulis dan Wawancara