PARADAPOS.COM - Pemerintah mengisyaratkan akan membuka sekitar 160.000 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2026. Isyarat ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, di Jakarta, Rabu (25/2/2026). Pembukaan formasi tersebut merupakan respons atas jumlah pensiunan PNS yang mencapai angka serupa pada tahun 2025.
Isyarat Pembukaan Formasi CPNS 2026
Dalam keterangannya, Menteri Rini Widyantini menyampaikan harapannya agar pembukaan formasi tersebut dapat terealisasi. Pernyataan ini disampaikan setelah beliau mengungkap data jumlah pensiunan aparatur negara pada tahun sebelumnya, yang menjadi dasar pertimbangan utama.
“Mudah-mudahan, mudah-mudahan,” ujar Rini di Gedung Kementerian PANRB, Jakarta.
Beliau kemudian menegaskan data yang menjadi acuan, “Kami sudah ada datanya, sekitar 160 ribu, begitu ya,” jelasnya.
Proses Persiapan dan Koordinasi dengan Kementerian Keuangan
Untuk mendukung rencana tersebut, proses persiapan teknis dan administratif telah dimulai. Kementerian PANRB disebut telah melakukan koordinasi awal dengan Kementerian Keuangan terkait kebutuhan anggaran untuk penyelenggaraan seleksi.
“Kami sudah bersurat kepada Menteri Keuangan untuk segera dihitung begitu ya,” tutur Rini.
Jadwal Seleksi Masih Menunggu Kepastian
Meski sinyal pembukaan formasi telah diberikan, Menteri Rini menekankan bahwa waktu pelaksanaan seleksi CPNS 2026 belum dapat dipastikan saat ini. Proses perencanaan masih memerlukan langkah-langkah yang lebih detail dan akurat dari berbagai instansi pemerintah.
Menurutnya, sebelum pengumuman resmi, Kementerian PANRB harus terlebih dahulu mengumpulkan data kebutuhan formasi dan kompetensi spesifik dari setiap kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah. Hal ini penting untuk memastikan rekrutmen sesuai dengan kebutuhan riil dan prinsip meritokrasi.
“Saya enggak bisa mengarang kan. Saya enggak bisa mengarang kompetensi apa yang dibutuhkan oleh instansi,” ungkapnya menegaskan pentingnya data yang valid.
Artikel Terkait
BPOM Tindak Ribuan Akun Penjual Obat Ilegal di E-Commerce Sepanjang 2025
Pemerintah Fakfak Gandeng YP2M3F Percepat Program Pala Unggul Kapala Emas
Cara Menjaga Hubungan dengan Teman yang Haus Perhatian
Analisis: Program Pemerintahan Baru Dilihat sebagai Buffer Hadapi Ketidakpastian Global