Cara Menjaga Hubungan dengan Teman yang Haus Perhatian

- Rabu, 25 Februari 2026 | 04:00 WIB
Cara Menjaga Hubungan dengan Teman yang Haus Perhatian

PARADAPOS.COM - Menghadapi teman yang terus-menerus haus perhatian bisa menjadi situasi yang menguras emosi dan energi. Perilaku ini, meski seringkali berakar dari kebutuhan psikologis akan validasi, dapat mengganggu dinamika pertemanan. Lantas, bagaimana cara terbaik menanggapi sikap tersebut tanpa ikut terbawa dalam drama atau merasa frustrasi?

Memahami Akar Perilaku

Sebelum mengambil tindakan, penting untuk memahami bahwa kecenderungan haus perhatian atau attention-seeking jarang muncul tanpa sebab. Perilaku ini sering kali merupakan cerminan dari rasa tidak aman, pengalaman masa lalu, atau kurangnya harga diri. Meski tindakannya mungkin terasa menyebalkan, menyadari latar belakang psikologisnya membantu kita merespons dengan lebih empati, alih-alih langsung menghakimi.

Mengutip penjelasan dari The Minds Journal, pendekatan terbaik dimulai dari pengelolaan diri sendiri. "Usahakan untuk tetap tidak bersikap negatif dalam menanggapi mereka," tulis publikasi tersebut. Reaksi yang dingin atau penuh kritik justru dapat memperburuk keadaan, karena mungkin dianggap sebagai penolakan yang semakin memicu perilaku pencarian perhatian.

Strategi Menjaga Batasan dengan Bijak

Empati bukan berarti kita harus selalu menuruti atau menjadi sumber validasi satu-satunya bagi teman tersebut. Kunci utamanya adalah menetapkan batasan yang sehat dengan cara yang tegas namun tetap hangat. Alih-alih mengabaikan atau konfrontasi langsung, cobalah untuk mengakui perasaannya tanpa harus terlibat terlalu dalam.

Misalnya, ketika mereka mendominasi percakapan, Anda bisa memberikan pengakuan singkat lalu dengan lembut mengalihkan topik. "Saya dengar kekhawatiranmu, itu memang situasi yang tidak mudah. Ngomong-ngomong, tadi kamu bilang ada rencana lain untuk proyek itu?" Strategi semacam ini mengakui keberadaan mereka tanpa memberi 'hadiah' berupa perhatian penuh yang justru diinginkan.

Fokus pada Kualitas Interaksi

Variasi dalam merespons juga penting. Terkadang, berikan perhatian saat mereka menunjukkan perilaku yang positif atau netral. Hal ini secara tidak langsung mengajarkan bahwa mereka tidak perlu selalu berperilaku dramatis untuk diperhatikan. Di sisi lain, coba kurangi intensitas respons saat mereka mulai bertindak berlebihan.

Yang tak kalah penting adalah menjaga energi diri sendiri. Interaksi dengan individu yang haus perhatian bisa sangat melelahkan. Beri diri Anda waktu untuk beristirahat dan jangan ragu untuk mengatakan 'tidak' atau menunda obrolan jika Anda merasa sudah mencapai batas. Pertemanan yang sehat harusnya memberi energi, bukan mengurasnya secara terus-menerus.

Pada akhirnya, menghadapi teman dengan karakter seperti ini membutuhkan keseimbangan antara pengertian dan ketegasan. Dengan pendekatan yang tepat, Anda bisa melindungi kesejahteraan mental sendiri sambil tetap menjaga keutuhan hubungan pertemanan, meski mungkin dengan jarak dan batasan yang lebih jelas.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar