Alyssa Soebandono Tegaskan Bukan Penerima Beasiswa LPDP

- Kamis, 26 Februari 2026 | 07:00 WIB
Alyssa Soebandono Tegaskan Bukan Penerima Beasiswa LPDP

PARADAPOS.COM - Aktris Alyssa Soebandono secara tegas membantah tudingan bahwa dirinya merupakan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Klarifikasi ini disampaikannya melalui unggahan di media sosial, menanggapi rumor yang beredar di tengah memanasnya pembahasan publik terkait kontroversi seorang alumni LPDP. Icha, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa pendidikannya di dalam dan luar negeri dibiayai secara mandiri dan melalui beasiswa institusi lain, bukan dari program pemerintah tersebut.

Klarifikasi di Tengah Sorotan Publik

Isu mengenai penerima beasiswa LPDP memang sedang hangat diperbincangkan, terutama setelah viralnya video seorang alumni yang dinilai tidak pantas. Dalam situasi yang rentan ini, nama sejumlah publik figur turut diseret, termasuk Alyssa Soebandono. Menyadari kabar yang beredar dapat menimbulkan persepsi keliru, artis berusia 35 tahun itu pun mengambil langkah untuk memberikan penjelasan langsung kepada publik.

Dengan bahasa yang lugas dan transparan, Icha membuka fakta mengenai latar belakang pendidikannya. Penjelasan ini penting, tidak hanya untuk meluruskan namanya, tetapi juga untuk memberikan konteks yang tepat di tengah diskusi nasional yang lebih luas tentang akuntabilitas penerima beasiswa.

Pernyataan Resmi Sang Artis

Alyssa Soebandono memilih platform media sosial untuk menyampaikan koreksi secara langsung. Dalam pernyataannya, ia menyangkal klaim tersebut dengan bukti-bukti spesifik mengenai sumber pembiayaan studinya.

"Faktanya, saya bukanlah penerima LPDP dan tidak pernah mendaftarkan diri untuk mendapatkan beasiswa tersebut," tulisnya dengan tegas.

Lebih lanjut, ia merinci perjalanan akademisnya. "Sementara untuk S2, saya mendapatkan beasiswa penuh dari London School of Public Relations. Semoga apa yang saya tulis ini bisa meluruskan berita yang ada," ungkapnya menambahkan penjelasan.

Rincian Latar Belakang Pendidikan

Sebelumnya, diketahui bahwa Alyssa Soebandono menyelesaikan gelar sarjananya di jurusan Media Communication, Monash University, Australia. Prestasinya cukup menonjol karena ia berhasil merampungkan studi S1 dalam waktu singkat, yakni hanya 2,5 tahun. Atas pencapaian ini, banyak yang mengira ia mendapat bantuan dana dari LPDP.

Namun, melalui klarifikasinya, Icha menepis asumsi tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh biaya pendidikan strata satunya ditanggung secara pribadi oleh keluarganya. Sementara untuk gelar magisternya, sumber pendanaannya berasal dari beasiswa internal yang diberikan langsung oleh London School of Public Relations (LSPR) Jakarta, tempat ia menimba ilmu.

Respons Warganet terhadap Klarifikasi

Unggahan klarifikasi dari Alyssa Soebandono langsung mendapat sorotan luas dari pengguna media sosial. Sebagian besar warganet menyambut positif langkahnya untuk meluruskan fakta dan mengapresiasi keterbukaan informasi tersebut.

Banyak komentar yang menyayangkan situasi dimana satu kasus kontroversial membuat semua pihak yang berkaitan dengan pendidikan luar negeri turut dicurigai. "Hanya gara-gara satu orang, semua penerima beasiswa yang bukan LPDP pun jadi kena," ujar salah satu warganet dengan akun @.fit".

Dukungan juga mengalir untuk integritas Icha. "Sekalipun dapat (LPDP) enggak apa-apa kan. Karena kak Icha masih setia dengan Indonesia," tulis pengguna lain bernama @.res".

Tak sedikit pula yang mengingat kembali prestasi akademisnya yang gemilang. "Inget banget dulu berita tentang akselerasinya kak Icha, masyaallah bener2 pinter banget, berkah selalu ilmunya kak icha," komentar @.feb", menggarisbawahi capaiannya menyelesaikan studi dengan cepat.

Klarifikasi ini diharapkan dapat menghentikan penyebaran informasi yang tidak akurat dan mengembalikan fokus diskusi pada substansi yang lebih penting terkait program beasiswa negara.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar