PARADAPOS.COM - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara langsung meninjau kondisi pengungsian di SDN Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Jumat (27/2/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan logistik dan pelayanan dasar bagi ratusan warga yang terdampak banjir, sekaligus memberikan arahan teknis kepada jajaran pemerintah daerah di lokasi.
Dialog Langsung dengan Warga di Lokasi Pengungsian
Di tengah suasana pengungsian, Munafri berdialog dengan warga yang mengungsi. Ia membuka ruang aspirasi dan memastikan komitmen pemerintah kota untuk menanggapi kebutuhan mendesak mereka. Dengan nada yang lugas dan penuh perhatian, ia menyampaikan pesan kepada para pengungsi.
"Bapak, ibu, serta anak-anak, jika ada keperluan, aspirasi mohon disampaikan kepada saya, kepada kami semua yang hadir. Agar bisa kami penuhi selagi itu bisa kami bantu dan kami kerjakan, baik makanan, obat-obatan atau bantuan lainnya," tuturnya.
Komposisi Pengungsi dan Penyerahan Bantuan
Data di lapangan menunjukkan, titik pengungsian di sekolah dasar tersebut menampung 229 orang dari 64 kepala keluarga. Mereka umumnya berasal dari permukiman sekitar, termasuk kawasan Kodam III. Dalam peninjauannya, Wali Kota tidak datang sendirian. Ia didampingi oleh kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), camat, lurah, hingga perangkat RT/RW setempat.
Rombongan juga membawa serta paket bantuan yang langsung diserahkan kepada kelompok yang paling membutuhkan, seperti ibu hamil, balita, dan lansia. Langkah ini menunjukkan prioritas penanganan yang mengedepankan kelompok rentan di tengah situasi darurat.
Instruksi Tegas untuk Penanganan Terpadu
Di luar penyerahan bantuan, Munafri memberikan sejumlah instruksi spesifik kepada jajarannya. Ia meminta Dinas Kesehatan untuk mengoptimalkan layanan pengobatan. Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) bersama PDAM ditugaskan memastikan pasokan air bersih tetap tersedia bagi pengungsi.
Di sisi lain, tanggung jawab atas kecukupan logistik, tenda darurat, dan tempat tidur yang layak dibebankan kepada Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Instruksi ini diberikan untuk memastikan koordinasi yang solid antar-dinas sehingga penanganan berjalan terintegrasi.
Tekankan Kepedulian dan Keamanan Tempat Tinggal Sementara
Wali Kota kembali menegaskan pentingnya semangat gotong royong dan kepedulian dalam situasi ini. Ia mengingatkan seluruh pihak, mulai dari aparatur, relawan, hingga ketua RT/RW, untuk sungguh-sungguh memperhatikan kondisi pengungsi. Fokus utamanya adalah pemenuhan kebutuhan dasar dan memastikan tempat tinggal sementara mereka dalam kondisi layak serta aman.
"Jadi tolong kita perhatikan siapa pun yang ada di dalam pengungsian sementara ini. Saya berharap diperhatikan apa yang menjadi kebutuhan, khususnya kepada ibu-ibu hamil, lansia, anak-anak, dan bayi. Ini saya berharap untuk benar-benar diberikan perhatian," tegas Munafri.
Dengan arahan yang rinci dan penekanan pada aspek kemanusiaan, peninjauan ini diharapkan dapat mempercepat respon dan mempertajam fokus penanganan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Kota Makassar.
Artikel Terkait
Trem Tergelincir dan Tabrak Bangunan di Milan, Satu Tewas Puluhan Luka
Menkominfo Ingatkan Lonjakan Ancaman Penipuan Digital Jelang Lebaran
Indonesia-AS Sepakati Penurunan Tarif Dagang Hingga 19%, Sawit dan Kopi Dibebaskan
KISI Tangani 7-8 Calon IPO, Satu di Antaranya Beraset Rp2-3 Triliun