Netanyahu dan Trump Berkomisikasi Usai Serangan Gabungan AS-Israel ke Iran

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 18:25 WIB
Netanyahu dan Trump Berkomisikasi Usai Serangan Gabungan AS-Israel ke Iran

PARADAPOS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan telah melakukan panggilan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menyusul serangan militer gabungan yang dilancarkan kedua negara terhadap Iran. Percakapan yang belum dikonfirmasi oleh Gedung Putih ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan regional yang dipicu oleh operasi tempur utama AS dan Israel. Situasi semakin mencekam dengan laporan serangan mematikan yang menimpa sebuah sekolah dasar di Iran, meski tanggung jawab atas insiden tersebut masih belum jelas.

Percakapan di Tengah Operasi Militer

Kantor Perdana Menteri Israel secara terbuka membagikan foto Benjamin Netanyahu yang sedang melakukan panggilan telepon. Unggahan melalui platform media sosial resmi itu menyertakan keterangan yang mengindikasikan percakapan tersebut dilakukan dengan Presiden Donald Trump, usai operasi militer gabungan dilaksanakan. Langkah ini dianggap sebagai upaya menunjukkan koordinasi dan persatuan di antara kedua sekutu dekat itu di saat krisis.

Namun, dari sisi Washington, suasana justru terlihat lebih sunyi. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada pernyataan atau konfirmasi resmi dari Gedung Putih mengenai apakah percakapan itu benar-benar terjadi. Keheningan ini menimbulkan berbagai spekulasi mengenai dinamika komunikasi dan tingkat kesepahaman antara kedua pemimpin di tengah aksi militer yang berisiko tinggi.

Eskalasi dan Ancaman Balasan

Eskalasi ini bermula dari pernyataan Trump yang mengonfirmasi bahwa operasi tempur utama terhadap Iran sedang berlangsung. Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari Teheran. Pemerintah Iran mengecam serangan sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan negara mereka.

Dalam pernyataan resminya, pejabat Iran dengan tegas menyatakan kesiapan untuk memberikan balasan. "Langkah itu memicu respons keras dari Teheran yang mengecam serangan sebagai pelanggaran kedaulatan dan berjanji memberikan balasan tegas," ungkapnya. Janji balasan ini semakin menguatkan kekhawatiran para pengamat mengenai potensi konflik yang lebih luas dan sulit dikendalikan di kawasan Timur Tengah yang sudah rentan.

Tragedi di Kota Minab

Sementara ketegangan diplomatik dan militer memanas, sebuah laporan tragis muncul dari dalam Iran. Serangan yang menghantam sebuah sekolah dasar khusus perempuan di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, dilaporkan menewaskan lebih dari 50 orang. Insiden yang terjadi pada pagi hari waktu setempat ini menambah suasana duka dan kemarahan di tengah masyarakat.

Namun, detail-detail penting mengenai tragedi ini masih gelap. Hingga saat ini, tidak ada rincian resmi dari otoritas setempat mengenai kronologi pasti, jenis serangan, atau identitas pihak yang bertanggung jawab. Ketiadaan penjelasan lengkap dari pemerintah Iran ini justru memicu lebih banyak pertanyaan di tengah situasi yang sudah sangat rumit. Pemantauan terus dilakukan, sementara dunia internasional menunggu kejelasan dan khawatir akan kemungkinan salah tafsir yang dapat memicu balasan lebih lanjut.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar