PARADAPOS.COM - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak Yayasan Al-Khairiyah Citangkil, Cilegon, untuk berperan aktif dalam program Desa Ekspor. Ajakan ini disampaikan Yandri saat membuka Syiar Ramadan di yayasan tersebut pada Sabtu (28/2), dengan harapan kolaborasi ini dapat memberdayakan mahasiswa dan alumni untuk menjadi pelaku ekspor serta penggerak ekonomi desa.
Ajakan Kolaborasi untuk Membangun Desa
Dalam kunjungan kerjanya ke Banten, Menteri Yandri Susanto menyempatkan diri untuk berdialog dengan civitas akademika Yayasan Al-Khairiyah. Ia melihat potensi besar dari lembaga pendidikan tersebut untuk turut serta dalam pembangunan, khususnya di lebih dari seribu desa yang ada di Provinsi Banten. Kolaborasi yang diusung tidak hanya fokus pada ekspor, tetapi juga pengembangan Desa Wisata dan Desa Tematik.
Yandri menekankan bahwa semangat kewirausahaan sudah mulai tumbuh dari tingkat desa. Dengan bangga, ia menyatakan bahwa kini banyak pengusaha muda desa yang telah mampu menembus pasar internasional.
"Kami banyak ciptakan pengusaha muda, jadi sekarang dari desa sudah bisa ekspor," ujarnya.
Keterkaitan dengan Program Pemerintah
Lebih lanjut, Yandri menjelaskan bahwa program Desa Tematik memiliki hubungan sinergis dengan program prioritas nasional lainnya, yaitu Makanan Bergizi Gratis (MBG). Desa-desa binaan diharapkan dapat menjadi penyuplai bahan baku yang berkualitas untuk program MBG, yang saat ini menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat. Hal ini menunjukkan pendekatan terintegrasi dalam kebijakan kementeriannya, di mana satu program mendukung keberhasilan program lainnya.
Kehadiran sejumlah pejabat tinggi daerah dan pimpinan yayasan dalam acara tersebut memperlihatkan dukungan multipihak terhadap gagasan ini. Turut hadir Gubernur Banten Andra Soni, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, serta pimpinan pondok pesantren Al-Khairiyah seperti KH Ali Mujahidin dan KH Mansyur Muchyiddin.
Harapan untuk Generasi Muda
Di penghujung sambutannya, Menteri Yandri tidak lupa menyampaikan harapan dan doanya untuk seluruh keluarga besar Al-Khairiyah. Ia mendorong agar mahasiswa tidak hanya mengejar kesuksesan akademis, tetapi juga membekali diri dengan keterampilan yang aplikatif di lapangan.
"Saya doakan Keluarga Besar Al Khairiyah terutama mahasiswanya akan menjadi orang-orang yang hebat dan sukses dunia akhirat," tutup Yandri.
Pertemuan ini menandai langkah awal dari upaya menjembatani dunia pendidikan dengan program-program strategis pembangunan desa. Keberhasilan kolaborasi semacam ini di masa depan sangat bergantung pada komitmen dan tindak lanjut dari semua pihak yang terlibat.
Artikel Terkait
Kementerian PU Rampungkan 10 Ruas Jalan Strategis di Bali untuk Dongkrak Konektivitas
Kasus Campak di Kota Jambi Tembus 306 Orang, Anak di Bawah 12 Tahun Paling Rentan
Menteri Sosial Pastikan Gedung Permanen Sekolah Rakyat Siap Juli 2026
Gubernur Anung Tegas Evaluasi Kinerja, PPSU dan Lurah Kena Sanksi