PARADAPOS.COM - Operasi pencarian besar-besaran masih terus digelar untuk menemukan empat anak buah kapal (ABK) yang hilang setelah KM Almujib GT 6 tenggelam di perairan Pulau Rakit, Indramayu. Kecelakaan laut yang diduga disebabkan oleh tabrakan dengan kapal tongkang itu terjadi pada Sabtu malam, 28 Februari 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Dari delapan awak kapal, dua orang berhasil diselamatkan dan dua lainnya ditemukan meninggal, sementara nasib empat korban sisanya masih menjadi misteri yang diupayakan dipecahkan oleh Tim SAR Gabungan.
Fokus Pencarian Mengacu Pada Peta Prediksi
Di bawah komando Basarnas Pos SAR Cirebon, upaya penyelamatan difokuskan pada area sekitar lokasi insiden. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa operasi hari ini mengacu pada peta prediksi sebaran korban atau SAR Map, yang disusun dengan mempertimbangkan faktor arus laut dan kondisi cuaca setempat.
“Hari ini kami melaksanakan pencarian dengan metode penyisiran di sekitar lokasi tenggelamnya kapal, mengacu pada SAR Map yang telah kami susun berdasarkan arus dan kondisi cuaca. Kami berharap seluruh korban dapat segera ditemukan,” jelas Ade di Indramayu, Senin (2/3/2026).
Armada Dikerahkan, Dua Korban Ditemukan Meninggal
Operasi yang melibatkan berbagai unsur SAR ini mengerahkan sejumlah armada ke lokasi. KN SAR Setyaki 202 berangkat dari Dermaga Pelabuhan Cirebon, sementara Kapal Polairud Polres Indramayu dan RBB KPLP Indramayu bergerak dari Pelabuhan Karangsong. Laut lepas di sekitar Pulau Rakit menjadi saksi bisu upaya penyisiran yang intensif.
KM Almujib, dengan nakhoda Jupri Priyanto, mengangkut delapan ABK. Dua orang, Carudin (48) dan Alfianto (20), berhasil dievakuasi oleh KM Cahaya Langgeng dan telah diserahkan kepada keluarga mereka pada Minggu (1/3). Sayangnya, kabar duka datang dengan ditemukannya dua korban jiwa, yakni Jupri (35) dan Wandi (39).
Nama-Nama yang Masih Ditunggu
Hingga saat ini, empat awak kapal lainnya masih dalam daftar pencarian. Mereka adalah Ari Wibowo (23), Asep Agustina (24), Masud (38), dan Ono (50). Tekad Tim SAR untuk menemukan mereka tetap membara di tengah gulungan ombak dan terik matahari.
Ade Permana menegaskan komitmen penuh dari seluruh personel di lapangan. “Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang ada dan berkoordinasi dengan seluruh potensi SAR di lapangan. Semoga proses pencarian berjalan lancar,” ungkapnya.
Di bawah langit biru yang kontras dengan kecemasan para keluarga, proses pencarian di perairan Indramayu masih terus berlanjut. Setiap jam berlalu adalah perlombaan melawan waktu dan elemen alam untuk membawa kepastian bagi mereka yang menunggu.
Artikel Terkait
Cap Go Meh Bogor Masuk Kalender Nasional, Jadi Andalan Pariwisata Jabar di Ramadan 2026
Masjid Istiqlal Genap 48 Tahun, Siapkan Pembaruan Fisik dan Fasilitas
Suami Tewas, Istri Luka Berat Diserang di Rumahnya di Bekasi Dini Hari
Kampio Arena Gelar Turnamen Futsal Ramadhan 2026 dengan Hadiah Rp15 Juta