JK Tegas Tolak Pertemuan dengan Rismon Sianipar, Tegaskan Netral dalam Polemik Ijazah Jokowi

- Minggu, 19 April 2026 | 11:25 WIB
JK Tegas Tolak Pertemuan dengan Rismon Sianipar, Tegaskan Netral dalam Polemik Ijazah Jokowi

PARADAPOS.COM - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka suara terkait permintaan pertemuan dari peneliti forensik digital Rismon Sianipar. Dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026), JK mengungkapkan bahwa ia menolak pertemuan tersebut dan menegaskan sikap netralnya dalam polemik seputar ijazah Presiden Joko Widodo yang masih berlangsung.

Penolakan Terhadap Rencana Pertemuan

Di hadapan awak media, JK memperlihatkan bukti percakapan yang dikirim melalui seorang perantara bernama Arief. Pesan tersebut berisi permintaan agar Rismon beserta tujuh orang lainnya dapat bertemu dengannya. Mantan wapres dua periode itu dengan tegas menyatakan penolakannya.

“Si Rismon mau ketemu saya dengan tujuh orang. Saya tidak terima. Minta waktu nanti ditampilkan WhatsApp-nya. Oleh temannya yang, saya tolak,” jelasnya saat itu.

Lebih lanjut, JK mengungkap bahwa dalam rencana pertemuan itu, Rismon disebutkan akan membawa serta sejumlah bahan. Ia merinci maksud dari pihak peneliti tersebut.

“Dia mau kasih bawa buku Gibran Endgame ke saya. Mau ditemani oleh beberapa orang,” ujarnya.

Alasan penolakannya, menurut JK, adalah keinginan untuk tidak terlibat dalam persoalan yang dinilainya rumit dan berpotensi menyeret banyak energi serta pihak.

“Saya tolak. Saya tidak mau campur dengan urusan itu,” tegasnya.

Komitmen Netral dan Bantahan atas Berbagai Tudingan

Jusuf Kalla secara khusus menegaskan komitmennya untuk bersikap netral dalam seluruh polemik yang terjadi. Ia menyayangkan dinamika yang justru melibatkan banyak nama tokoh nasional, yang menurutnya dapat mengaburkan inti permasalahan.

“Tapi ini soal Rismon itu sudah melibatkan semua orang. Dituduh lah saya, dituduh Puan, dituduh SBY, dituduh siapa. Itu pengalihan saja,” kata JK.

Tak hanya itu, ia juga membantah keras tudingan yang menyebut dirinya memberikan sejumlah dana besar kepada pihak tertentu terkait kasus ini.

“Dituduh kasih Rp5 Miliar. Mana saya kasih Rp5 M? Ketemu saja tidak tahu saya. Kenal pun tidak,” ungkapnya dengan nada kesal.

Untuk memperkuat bantahannya, JK kembali menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki hubungan dengan pihak yang menuduhnya.

“Ketemu saja tidak tahu saya, kenal pun tidak,” ulangnya menegaskan.

Menjaga Jarak dari Berbagai Pihak

Dalam upaya menjaga netralitasnya, JK mengaku sengaja menolak berbagai upaya komunikasi dari sejumlah pihak lain yang ingin bertemu. Ia menyebut nama mantan menteri Roy Suryo sebagai salah satu contoh.

“Roy Suryo juga mau ketemu, saya tolak. Demi saya mau netral,” tuturnya.

Menurutnya, menjaga jarak adalah langkah yang paling tepat agar posisinya tidak dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan tertentu di tengah situasi yang panas. Ia pun mengimbau publik untuk lebih cermat.

“Janganlah macam-macam begitu,” pungkas JK, menutup pernyataannya.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar