Banjir Rendam 199 Rumah di Cigudeg Bogor, 658 Jiwa Terdampak

- Minggu, 19 April 2026 | 03:00 WIB
Banjir Rendam 199 Rumah di Cigudeg Bogor, 658 Jiwa Terdampak

PARADAPOS.COM - Hujan deras yang mengguyur wilayah Cigudeg, Kabupaten Bogor, sejak Sabtu (18/4/2026) sore berujung pada bencana banjir yang meluas. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB itu menyebabkan ratusan rumah di Desa Rengasjajar terendam air akibat meluapnya tiga sungai di kawasan tersebut.

Pemicu dan Wilayah yang Terdampak

Banjir yang melanda pada Sabtu malam itu dipicu oleh meluapnya Kali Cisuda, Kali Cidangdeur, dan Kali Cibungur. Data dari petugas di lapangan menunjukkan, genangan air menerjang beberapa permukiman padat penduduk di bantaran sungai. Kawasan yang terdampak meliputi Kampung Lebak Wangi Pasar, Lebak Wangi Girang, Pasir Sereh, dan Kampung Kadaung.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, menegaskan bahwa lokasi terdampak memang berada di area rawan.

"Permukiman warga yang terendam berada di bantaran sungai," jelasnya pada Minggu (19/4/2026).

Kampung Kadaung Jadi Titik Terparah

Dari seluruh wilayah yang terdampak, kondisi di Kampung Kadaung dilaporkan paling memprihatinkan. Data sementara yang dihimpun oleh tim penanggulangan bencana menunjukkan, sebanyak 199 unit rumah terendam banjir. Rumah-rumah tersebut dihuni oleh 199 kepala keluarga, dengan total korban terdampak mencapai 658 jiwa yang harus berhadapan dengan genangan air di dalam rumah mereka.

Tidak hanya permukiman warga, banjir juga mengganggu aktivitas di dua pondok pesantren yang berlokasi di wilayah Lebak Wangi Hilir dan Pasir Sereh. Hal ini menambah daftar fasilitas komunitas yang ikut merasakan dampak dari luapan air sungai tersebut.

Kejadian ini kembali menyoroti kerentanan kawasan bantaran sungai terhadap cuaca ekstrem. Meskipun intensitas hujan menjadi pemicu utama, lokasi permukiman yang berdekatan dengan aliran air turut memperbesar risiko yang dihadapi masyarakat saat debit sungai meningkat secara signifikan dalam waktu singkat.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar