PARADAPOS.COM - Pihak Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, mengerahkan tim gabungan untuk berjaga di sekitar galian proyek air milik Perumda PAM Jaya di Jalan Raya Batu Ampar, Condet. Langkah antisipasi ini diambil setelah pemantauan menemukan area galian yang minim pengamanan dan rambu peringatan, berpotensi membahayakan pengendara, terutama pada malam hari. Upaya koordinasi dengan pihak terkait dan pelaksana proyek pun telah dilakukan untuk segera menambah pengamanan.
Minim Pengamanan Picu Kekhawatiran
Berdasarkan pantauan di lapangan, lokasi galian yang berada di badan jalan itu dinilai sangat riskan. Tidak terlihat petugas penjaga maupun rambu peringatan yang memadai di sekitarnya. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang rentan terperosok, terlebih saat malam hari dengan pencahayaan yang terbatas.
Wakil Camat Kramat Jati, Ali Mansur Siregar, mengonfirmasi temuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa insiden bisa terjadi akibat kelalaian dalam pengamanan lokasi pekerjaan.
"Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tidak ditemukan petugas maupun rambu peringatan di sekitar area galian, sehingga membahayakan pengguna jalan, khususnya pada malam hari," jelasnya.
Koordinasi Intensif dan Tenggat Waktu Pemasangan Rambu
Merespons kondisi darurat tersebut, aparat kecamatan tidak tinggal diam. Mereka segera berkoordinasi dengan beberapa pihak, termasuk kepolisian sektor setempat, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP, untuk membentuk tim gabungan pengamanan. Tim ini disiagakan, terutama pada jam-jam sibuk, untuk mengarahkan lalu lintas dan mencegah kecelakaan.
"Kami sudah koordinasi dengan Polsek, Dishub melalui Satpel Kecamatan, dan Satpol PP untuk bantu penjagaan saat jam sibuk," ujar Ali.
Tak berhenti di situ, tekanan juga diberikan kepada pelaksana proyek, Perumda PAM Jaya. Dalam komunikasi yang dilakukan, PAM Jaya berjanji akan melengkapi lokasi dengan rambu-rambu peringatan. Pihak kecamatan memberikan batas waktu yang ketat untuk memastikan keamanan warga tidak dinomorduakan.
"Kami meminta paling lama hari Kamis (5/3) sudah dipasang rambu-rambunya agar warga yang melintas di malam hari bisa waspada," tegas Ali Mansur Siregar.
Keluhan Warga: Kemacetan yang Semakin Parah
Di sisi lain, keberadaan galian yang telah berlangsung lebih dari seminggu ini turut memperburuk kondisi lalu lintas di kawasan Condet yang memang sudah sering macet. Keluhan datang dari para pengguna jalan sehari-hari yang merasakan dampaknya langsung.
Salah seorang pengendara motor, Zaka (30), mengungkapkan frustrasinya. Ia menuturkan bahwa kemacetan yang biasa terjadi kini bertambah parah, mengganggu aktivitas warga yang harus melintas di jam berangkat dan pulang kerja.
"Tidak ada galian saja setiap pagi dan sore macet, apalagi ada galian. Udah seminggu lebih ini, saya merasakan macetnya parah, stres sampai kalau berangkat kerja," tuturnya.
Zaka, seperti warga lainnya, berharap pekerjaan galian dapat diselesaikan secepat mungkin. Harapannya sederhana: mengurangi titik kemacetan dan mengembalikan kenyamanan serta keselamatan berkendara di kawasan tersebut.
Artikel Terkait
Remaja Tewas Tertembak dalam Upaya Penangkapan Polisi di Makassar
Analisis: Konfrontasi AS-Israel dengan Iran Bagian dari Strategi Fokus ke Indo-Pasifik
Pemerintah Perpanjang Program Beras Subsidi hingga 2026 dengan Anggaran Rp4,97 Triliun
Eskalasi Konflik AS-Israel-Iran Masuki Hari Ketiga, Masing-Masing Pihak Tentukan Syarat Akhir Perang