Prodia Resmikan Klinik Stem Cell Pertama, Fokus Bangun Fondasi Bisnis

- Sabtu, 18 April 2026 | 13:50 WIB
Prodia Resmikan Klinik Stem Cell Pertama, Fokus Bangun Fondasi Bisnis

PARADAPOS.COM - PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA), emiten laboratorium kesehatan ternama, secara resmi telah membuka klinik layanan terapi sel punca (stem cell) pertamanya. Peresmian ini menandai langkah strategis perusahaan dalam mengembangkan layanan kesehatan regeneratif dan rencana ekspansi ke sejumlah kota besar di Indonesia, menyusul akuisisi 30% saham ProSTEM pada 2025.

Kolaborasi untuk Inovasi Kesehatan Holistik

Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, menjelaskan bahwa pembukaan klinik ini merupakan implementasi dari kolaborasi dengan ProSTEM. Langkah ini diambil untuk menghadirkan terobosan di bidang layanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan dan peningkatan kualitas hidup secara menyeluruh.

Dewi Muliaty menegaskan komitmen perusahaan dalam pengembangan layanan mutakhir. "Pengembangan terapi pengobatan regeneratif berbasis sel punca sebagai bagian dari precision medicine dan future medicine. Pembukaan Stemcell Clinic by Prodia ini merupakan bentuk kolaborasi Prodia dan ProSTEM dalam menyediakan solusi kesehatan yang tidak hanya kuratif, tetapi juga preventif, regeneratif, dan mendukung wellness masyarakat secara menyeluruh," jelasnya dalam keterangan resmi, Sabtu (18/4/2026).

Ekspansi Bertahap dengan Fondasi yang Kuat

Meski berencana memperluas jangkauan klinik stem cell ke wilayah-wilayah strategis lainnya, Prodia memilih untuk bersikap hati-hati. Manajemen belum mau membeberkan detail lokasi ekspansi selanjutnya. Pertimbangan utama saat ini adalah memastikan daya serap pasar terhadap layanan baru ini serta kesiapan tenaga medis yang mumpuni.

Dewi Muliaty menambahkan bahwa perusahaan masih dalam tahap pengamatan. "Nanti akan ada tambahan klinik Prodia lainnya, khususnya di kota besar untuk pelayanan stem cell. Kami belum bisa sharing saat ini karena kami sedang lihat bagaimana ini bisa diserap oleh masyarakat di sekitarnya," ungkapnya.

Target Kontribusi Revenue dalam Jangka Menengah

Pada fase awal, Prodia tidak menaruh ekspektasi berlebihan terhadap kontribusi klinik stem cell terhadap pendapatan perusahaan. Fokus justru diletakkan pada pembangunan fondasi bisnis yang solid, mencakup aspek finansial dan penguatan keahlian.

Dewi Muliaty memberikan penekanan mengenai timeline yang realistis. "Itu pasti memerlukan satu usaha fondasi, baik finansial maupun keahlian yang cukup kuat. Oleh karena itu, di tahun pertama biasanya startup seperti ini tidak langsung bisa dilihat kontribusi besarnya ke dalam bisnis Prodia, kami biasa akan melihat dalam tiga tahun," tegasnya.

Dengan pendekatan tersebut, kontribusi signifikan dari lini bisnis baru ini baru diharapkan dapat dirasakan pada tahun ketiga operasional.

Ragam Layanan dan Prosedur Akses

Stemcell Clinic by Prodia menawarkan terapi sel punca untuk menangani berbagai kondisi ortopedi. Layanan ini mencakup penanganan Lesi Osteochondral, Osteoarthritis, Osteoporosis, reparasi tendon atau ligamen, serta cedera meniskus lutut.

Masyarakat yang membutuhkan dapat mengakses layanan dengan dua cara: datang langsung ke klinik untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis, atau mendapatkan rujukan dari jaringan Klinik Prodia yang telah tersebar luas.

Visi Jangka Panjang: Go International

Sebelumnya, manajemen Prodia telah menyampaikan ambisi yang lebih luas. Perusahaan tidak hanya membidik pasar domestik, tetapi juga berencana menjadikan Indonesia sebagai pusat layanan terapi regeneratif untuk kawasan regional.

Dewi Muliaty pernah menyampaikan strategi tersebut dalam sebuah kesempatan di Jakarta. "Strategi ekspansi internasional salah satunya adalah menargetkan Asia Tenggara sebagai pusat layanan terapi regeneratif berbasis teknologi dari Indonesia," tuturnya pada Senin (14/7/2025).

Langkah peresmian klinik stem cell ini, dengan demikian, bukan sekadar penambahan layanan, melainkan bagian dari pondasi untuk membangun posisi perusahaan di peta kesehatan global masa depan.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar