PARADAPOS.COM - Enam pengemudi mobil yang melakukan atraksi zig-zag berbahaya di ruas Tol Becakayu, Jakarta Timur, akhirnya ditemui dan diperiksa oleh kepolisian. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif utama aksi ugal-ugalan tersebut ternyata didasari rasa iseng belaka. Para pelaku, yang rata-rata berusia 25 tahun dan memiliki SIM, telah mendapatkan sanksi teguran dari pihak berwajib.
Motif Aksi Berbahaya Hanya Karena Iseng
Setelah melakukan penyelidikan, Satlantas Polda Metro Jaya berhasil mengidentifikasi dan memanggil keenam pengemudi yang terlibat dalam insiden tersebut. Aksi mereka yang membahayakan pengguna jalan lain itu, menurut pengakuan, tidak dilatarbelakangi alasan khusus selain keisengan. Beberapa dari mereka diketahui berprofesi sebagai pedagang mobil bekas.
Kasatlantas Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Reiki Indra Brata Manggala, menjelaskan temuan tersebut. "Dari keterangan mereka, perbuatan tersebut dilakukan hanya karena iseng. Sebagian dari mereka juga bekerja dalam jual beli mobil bekas," jelasnya dalam keterangan resmi pada Sabtu (7/3).
Teguran dan Pernyataan Maaf sebagai Bentuk Sanksi
Alih-alih menjatuhkan sanksi pidana, kepolisian memilih memberikan tindakan yang bersifat edukatif dan preventif kepada keenam orang berinisial N, I, H, H, K, dan A tersebut. Pendekatan ini diambil dengan pertimbangan bahwa mereka kooperatif dan menunjukkan penyesalan.
“Sudah kami lakukan teguran lisan sekaligus yang bersangkutan sudah membuat statement permintaan maaf, karena mengemudikan kendaraan secara ugal-ugalan terima kasih,” ujar AKBP Reiki Indra Brata Manggala.
Ia menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan upaya menanamkan kesadaran berlalu lintas. “Kita lebih mengedepankan upaya preventif dan memberikan pengarahan yang bersifat edukatif,” tambahnya, menekankan pentingnya pemahaman akan keselamatan di jalan raya dibanding sekadar hukuman.
Artikel Terkait
Uni Eropa Sepakat Perluas Sanksi ke Iran Imbas Gangguan Navigasi di Selat Hormuz
Gibran Sebut Jusuf Kalla Mentor dan Idola, Ucapkan Terima Kasih atas Masukan dan Evaluasi
Rupiah Terperosok ke Rp17.181 per Dolar AS, Tertekan Geopolitik dan Beban Utang Pemerintah Tertinggi dalam Dekade
BI Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026 di Tengah Tekanan Global