Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Perairan Lebong, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:50 WIB
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Perairan Lebong, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

PARADAPOS.COM - Gempa bumi dengan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah perairan Kabupaten Lebong, Bengkulu, pada Sabtu (7/3/2026) malam. Guncangan yang berpusat di laut pada kedalaman 47 kilometer ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, menurut analisis awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hingga berita ini diturunkan, laporan terkait dampak kerusakan atau korban jiwa masih dalam proses pendataan.

Detail Episentrum dan Waktu Kejadian

Berdasarkan informasi yang dirilis oleh BMKG melalui platform media sosial resminya, episentrum gempa terletak pada koordinat 2.99 Lintang Selatan dan 101.63 Bujur Timur. Guncangan terjadi tepat pada pukul 23.58.45 WIB. Data teknis ini menjadi acuan utama bagi para ahli geofisika dalam menganalisis karakteristik dan potensi lanjutan dari aktivitas seismik tersebut.

Dalam keterangan tertulisnya, BMKG menegaskan status aman dari ancaman gelombang besar. "Tidak berpotensi tsunami," tulis lembaga tersebut.

Respons dan Kondisi Terkini

Gempa dengan kedalaman menengah seperti ini umumnya masih dapat dirasakan cukup kuat di wilayah daratan terdekat. Lokasi pusat gempa yang berada di laut memang kerap memicu kekhawatiran masyarakat pesisir, meski dalam kejadian kali ini telah dinyatakan aman dari tsunami. Tim pemantau terus bekerja untuk mengumpulkan laporan guncangan dari berbagai lokasi guna menentukan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) yang sebenarnya dirasakan masyarakat.

Hingga saat ini, pihak berwenang setempat dan badan penanggulangan bencana diperkirakan masih melakukan pemantauan dan verifikasi lapangan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti informasi dari sumber resmi, dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar