KAI Commuter Rencanakan Ambil Alih Operasi Tiga Kereta Bandara pada 2026

- Rabu, 11 Maret 2026 | 23:25 WIB
KAI Commuter Rencanakan Ambil Alih Operasi Tiga Kereta Bandara pada 2026

PARADAPOS.COM - PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) berencana mengambil alih operasional tiga layanan kereta bandara, yaitu KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), KA Bandara Solo, dan KA Bandara Medan (Kualanamu). Rencana integrasi ini, yang tertuang dalam RKAP 2026, bertujuan menyatukan layanan kereta bandara di bawah satu operator untuk meningkatkan konektivitas antarmoda. Saat ini, ketiga layanan tersebut masih dioperasikan oleh unit berbeda di dalam grup PT KAI.

Rencana Pengalihan dalam RKAP 2026

Direktur Utama KAI Commuter, Mochamad Purnomosidi, mengonfirmasi bahwa rencana strategis ini telah dimasukkan dalam dokumen perencanaan perusahaan untuk tahun 2026. Langkah ini menandai babak baru dalam konsolidasi layanan transportasi publik yang terhubung dengan bandara.

"Bahwa KA Bandara Jogja, KA Bandara Solo, KA Bandara Kualanamu itu akan menjadi daerah operasinya KCI," tuturnya dalam keterangan pers pada Rabu (11/3/2026).

Proses Persiapan yang Masih Berjalan

Meski rencana telah digariskan, waktu pasti pelaksanaan pengalihan operasional belum dapat ditetapkan. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menekankan bahwa seluruh aspek teknis dan studi kelayakan masih dalam tahap persiapan yang matang. Kehati-hatian ini menunjukkan kompleksitas proses peralihan yang melibatkan banyak faktor operasional.

"Ini masih dalam proses semua, proses studinya, proses persiapannya, dan seluruh aspek teknisnya," jelasnya.

Amanda juga belum dapat memaparkan detail lebih lanjut mengenai pembagian bisnis antara KCI dan KA Railink pasca pengalihan, menandakan bahwa negosiasi dan perencanaan internal masih terus berlangsung.

Mengikuti Jejak Integrasi Kereta Bandara Soekarno-Hatta

Rencana ini bukanlah yang pertama. KAI Commuter telah memiliki pengalaman dalam mengintegrasikan layanan kereta bandara, setelah resmi mengambil alih operasional Kereta Bandara Soekarno-Hatta dari PT Railink pada akhir 2022. Peralihan sebelumnya itu dilakukan melalui proses hukum yang formal, termasuk penandatanganan dokumen peralihan operasional.

Tujuan utama dari konsolidasi semacam ini adalah untuk mempermudah konektivitas dan integrasi antarmoda. Dengan satu operator, penumpang dapat menikmati akses yang lebih mulus dan terintegrasi antara stasiun-stasiun kereta bandara dengan jaringan Commuter Line (KRL) yang luas, seperti yang telah terlihat di stasiun Manggarai, BNI City, Duri, dan Batu Ceper.

Kesiapan Layanan Menyambut Puncak Arus Mudik

Menjelang periode mudik Lebaran 2026, KCI telah menyiapkan kapasitas tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Untuk rute Commuter Line Basoetta (Soekarno-Hatta), disediakan 70 perjalanan dengan kapasitas mencapai 415.616 kursi. Sementara di Yogyakarta, layanan KA YIA dioperasikan 50 kali per hari dengan total kapasitas 275.000 kursi, terbagi dalam layanan Xpress dan Reguler.

Di Sumatra Utara, kesiapan juga tampak dengan penyediaan 361.000 kursi untuk KA Bandara Kualanamu dan kereta komuter Srilelawangsa, yang akan dioperasikan dalam 44 perjalanan harian. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen operator dalam mendukung mobilitas masyarakat, sekaligus menjadi landasan operasional yang kokoh sebelum rencana pengalihan ketiga kereta bandara tersebut sepenuhnya direalisasikan.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar