PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan Imunisasi Kejar Serentak (IKS) campak sepanjang Maret 2026. Program ini bertujuan mengejar ketertinggalan imunisasi dasar pada anak, khususnya vaksin MR1 untuk usia 9-59 bulan, guna membangun kekebalan kelompok dan memutus rantai penularan penyakit yang masih ditemukan di Ibu Kota.
Fokus pada Anak dengan Imunisasi Belum Lengkap
Kegiatan IKS 2026 difokuskan pada anak-anak yang status imunisasinya belum lengkap. Sasaran utamanya adalah pemberian vaksin MR1 bagi anak usia 9 hingga 59 bulan yang terlewat. Langkah ini dianggap penting untuk menutup celah kekebalan di tengah masyarakat.
Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Budi Setiawan, menegaskan kesiapan fasilitas kesehatan. "IKS 2026 terutama di bulan Maret, fokus pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap baik MR1 yakni anak usia 9-59 bulan," tuturnya.
Respons atas Tren Kasus yang Masih Tinggi
Program ini merupakan respons atas tren kasus campak yang masih mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2025, tercatat 6.930 kasus suspek. Hingga awal 2026, angka kasus terduga masih mencapai 1.236 yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta, dengan Jakarta Barat dan Jakarta Pusat mencatatkan angka tertinggi.
Budi menjelaskan bahwa kasus didominasi oleh anak usia 1-4 tahun dengan imunisasi tidak lengkap. "Pada 2026, terduga campak itu menyebar. Semua kecamatan kebagian anak-anak yang tiba-tiba demam dan ruam kemerahan. Hampir rata sampai awal tahun 2026," jelasnya.
Kesiapan Layanan dan Tantangan yang Dihadapi
Dinas Kesehatan DKI Jakarta menjamin seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan siap memberikan layanan, baik untuk anak dalam kondisi sehat maupun yang bergejala. Layanan yang paripurna ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak sasaran.
Meski cakupan imunisasi rutin telah melampaui target, tantangan masih ada pada cakupan imunisasi di sekolah dasar. Budi berharap semangat vaksinasi tetap tinggi meski bertepatan dengan bulan Ramadan dan mendekati libur Idul Fitri. "Semoga bulan puasa, menjelang libur Idul Fitri dan setelahnya, semangat untuk imunisasi kejar serentak di bulan ini tetap membara," lanjutnya.
Peran Aktif Masyarakat Diperlukan
Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah. Peran serta aktif masyarakat dalam memantau kesehatan anak dan memanfaatkan akses layanan kesehatan yang relatif mudah di Jakarta dinilai krusial.
Budi mengajak warga untuk proaktif. "PR kita, kalau ada anak di sekitar mengalami demam, ruam kemerahan infokan agar datang ke Puskesmas, RS karena kekuatan Jakarta adalah aksesibilitas, mudah dapat pelayanan kesehatan," ujarnya menutup pernyataan.
Artikel Terkait
Korlantas Polri Ajak Media Jadi Mitra Strategis Keselamatan Mudik 2026
Ammar Zoni Dituntut 9 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta Terkait Narkoba
Telkom Ubah Strategi, Fokus Kuatkan InfraNexia Sebelum Cari Mitra
Prabowo Panggil Hasan Nasbi ke Istana, Agenda Pertemuan Belum Diketahui