IHSG Berbalik Arah ke Zona Hijau di Tengah Tekanan Geopolitik Global, Target Level 6.000

- Kamis, 11 Juni 2026 | 03:25 WIB
IHSG Berbalik Arah ke Zona Hijau di Tengah Tekanan Geopolitik Global, Target Level 6.000
PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membalikkan arah pada perdagangan pagi ini, Kamis, 11 Juni 2026, setelah sempat tertekan di awal sesi. Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.59 WIB, indeks utama bursa saham Indonesia ini tercatat menguat 22,916 poin atau 0,39 persen ke level 5.925,292. Pergerakan ini terjadi di tengah tekanan dari bursa global yang mayoritas melemah akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.

Dari Level Terendah ke Zona Hijau

Pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat berada di posisi 5.899,265 sebelum akhirnya bangkit dan bergerak ke zona hijau. Momentum penguatan ini didorong oleh aksi beli pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 375 saham emiten mencatatkan penguatan. Sementara itu, 258 saham lainnya berada di zona merah, dan 172 saham tercatat stagnan. Volume transaksi hingga pukul 09.59 WIB mencapai 9,213 miliar saham dengan nilai total Rp6,491 triliun.

Proyeksi Menuju Level Psikologis 6.000

Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Karina Rusfidyawati, dalam analisis hariannya memberikan pandangan optimistis terhadap pergerakan IHSG hari ini. "Diperkirakan support IHSG 5.750-5.840 dan resist IHSG 6.000-6.050," ungkap Karina. Menurutnya, indeks berpotensi menguji level psikologis di angka 6.000. Namun, ia juga mengingatkan adanya sejumlah risiko yang masih membayangi, terutama dari faktor eksternal. Pada perdagangan sebelumnya, Rabu, 10 Juni 2026, IHSG ditutup melesat 2,71 persen ke level 5.902,38. Meski demikian, penguatan tersebut masih diiringi oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp3,13 triliun. Saham-saham yang paling banyak dilepas asing antara lain BBRI, TPIA, BBNI, ANTM, dan BUMI.

Tekanan dari Wall Street dan Bursa Asia

Situasi geopolitik menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan pasar global. Di Amerika Serikat, Wall Street kompak melemah pada perdagangan Rabu waktu setempat. Indeks Dow Jones Industrial Average ambles lebih dari 900 poin setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran. Ancaman ini memicu kekhawatiran investor akan eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Dow Jones ditutup melemah 1,87 persen, S&P 500 turun 1,62 persen, dan Nasdaq Composite berkurang 1,98 persen. Tekanan serupa juga terasa di bursa Asia. Mayoritas indeks saham Asia tercatat turun pada perdagangan Rabu seiring meningkatnya ketegangan setelah AS melancarkan serangan baru terhadap Iran. Kekhawatiran pasar kian bertambah setelah harga minyak dunia kembali menguat, yang memicu spekulasi tentang tekanan inflasi global dan prospek suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka panjang. Indeks Nikkei Jepang melemah 1,9 persen, dan Topix turun 1,2 persen. Di Korea Selatan, Kospi merosot tajam 4,5 persen, sementara Kosdaq turun 1,7 persen. Hang Seng Hong Kong melemah 0,6 persen, dan Taiex Taiwan turun 3,3 persen. Satu-satunya yang mencatatkan penguatan adalah ASX 200 Australia yang naik 0,6 persen.

Rekomendasi Saham untuk Hari Ini

Di tengah volatilitas pasar, analis memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pilihan trading idea. Berikut enam saham yang masuk dalam daftar rekomendasi beserta strategi trading-nya:

1. BBCA

Spec buy dengan area beli di Rp5.600-Rp5.650, cutloss di bawah Rp5.525. Target terdekat di Rp5.725-Rp5.850.

2. BULL

Spec buy dengan area beli di Rp344-Rp348, cutloss di bawah Rp338. Target terdekat di Rp354-Rp366.

3. TLKM

Spec buy dengan area beli di Rp2.780-Rp2.810, cutloss di bawah Rp2.750. Target terdekat di Rp2.850-Rp2.920.

4. MBMA

Spec buy dengan area beli di Rp468-Rp472, cutloss di bawah Rp462. Target terdekat di Rp478-Rp492.

5. BREN

Spec buy dengan area beli di Rp4.200-Rp4.220, cutloss di bawah Rp4.120. Target terdekat di Rp4.280-Rp4.370.

6. INET

Spec buy dengan area beli di Rp194-Rp196, cutloss di bawah Rp192. Target terdekat di Rp198-Rp206.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar