AS Pertimbangkan Kirim Pasukan Tambahan ke Timur Tengah Cegah Eskalasi Iran di Selat Hormuz

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 01:25 WIB
AS Pertimbangkan Kirim Pasukan Tambahan ke Timur Tengah Cegah Eskalasi Iran di Selat Hormuz

PARADAPOS.COM - Pentagon, kementerian pertahanan Amerika Serikat, sedang mempertimbangkan pengiriman tambahan kekuatan laut dan marinir ke kawasan Timur Tengah. Pertimbangan ini muncul sebagai respons atas peningkatan serangan yang dilancarkan Iran di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi perdagangan minyak global. Rencana tersebut, yang dilaporkan oleh Wall Street Journal, telah mendapat persetujuan dari Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth untuk memenuhi permintaan Komando Pusat AS (CENTCOM).

Pengerahan Kekuatan Tempur Amfibi

Permintaan dari CENTCOM mencakup pengiriman sebuah kelompok tempur amfibi beserta unit ekspedisi Marinir. Secara operasional, sebuah unit semacam itu biasanya terdiri dari beberapa kapal perang yang didukung oleh sekitar 5.000 personel marinir. Menurut laporan yang beredar, kapal perang USS Tripoli yang berbasis di Jepang, bersama dengan pasukan marinir yang menyertainya, telah bergerak menuju kawasan tersebut. Sumber-sumber AS juga mengindikasikan bahwa elemen marinir lainnya sebenarnya sudah berada di lokasi untuk mendukung operasi militer yang sedang berlangsung.

Hingga saat ini, Pentagon belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana penempatan pasukan tambahan ini ketika dimintai konfirmasi.

Pernyataan Menhan AS dan Stabilitas Selat Hormuz

Merespons kekhawatiran publik, Menteri Pertahanan Pete Hegseth berusaha meredam anggapan bahwa ketegangan dengan Iran akan berujung pada penutupan Selat Hormuz dalam waktu lama. Ia menggambarkan aksi-aksi Teheran di jalur air strategis itu sebagai bentuk "keputusasaan."

“Kami telah mengatasinya, dan Anda tidak perlu khawatir,” tegas Hegseth.

Dalam penjelasannya, ia menyebut bahwa satu-satunya gangguan terhadap lalu lintas maritim di selat itu saat ini berasal dari serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial. Meski demikian, Hegseth menyatakan Pentagon telah menyiapkan berbagai skenario untuk memastikan jalur perdagangan internasional tetap aman dan terbuka.

“Kami memiliki rencana untuk setiap kemungkinan. Selat itu tidak akan kami biarkan tetap diperebutkan atau mengganggu arus perdagangan global,” ungkapnya.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar