Polda Ungkap Kronologi Awal Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Kontras Andrie Yunus

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 04:25 WIB
Polda Ungkap Kronologi Awal Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Kontras Andrie Yunus

PARADAPOS.COM - Polda Metro Jaya mengungkapkan kronologi awal dugaan penganiayaan berat terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). Insiden penyiraman air keras oleh pelaku tak dikenal itu terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, saat korban sedang mengendarai sepeda motor sendirian.

Detik-Detik Penyerangan di Jalan Salemba

Menurut keterangan resmi dari Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 23.30 WIB. Andrie Yunus yang sedang berkendara seorang diri tiba-tiba diserang dari arah depan oleh seorang yang belum teridentifikasi.

Siraman air keras itu menyebabkan korban kehilangan kendali dan terjatuh dari kendaraan rodanya. Suasana malam yang sepi di lokasi kejadian turut menjadi perhatian dalam penyelidikan awal.

Penyidikan Terkendala Kondisi Korban

Meski telah mengumpulkan sejumlah keterangan awal, penyidik mengaku masih menghadapi kendala untuk mendapatkan gambaran lengkap kronologi kejadian. Hal ini disebabkan oleh kondisi Andrie Yunus yang belum memungkinkan untuk dimintai keterangan secara mendetail.

Kombes Budi Hermanto menjelaskan, "Tadi kami sampaikan, korban masih belum bisa memberikan informasi yang banyak karena kondisi pemulihan."

Dia menambahkan, "Kita beri ruang kepada korban, kepada dokter medis untuk memberikan pemulihan dulu, tetapi di luar dari itu, kita mengambil untuk lingkar luar untuk melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan barang bukti yang ada."

Fokus pada Pengembangan dari Lingkar Luar

Dengan kondisi tersebut, fokus penyidikan untuk sementara dialihkan ke pengumpulan bukti dan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian. Pendekatan ini diambil sebagai langkah kehati-hatian sekaligus penghormatan terhadap proses pemulihan korban.

Pihak kepolisian belum merilis informasi lebih lanjut mengenai motif atau profil pelaku. Investigasi masih terus berjalan dengan menyisir berbagai kemungkinan, sambil menunggu momentum yang tepat untuk mendengar langsung kesaksian korban.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar