PARADAPOS.COM - Pemerintah Jerman secara tegas menolak seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang meminta sekutu NATO membantu mengamankan Selat Hormuz dari blokade Iran. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan hari ini, Senin (16 Maret 2026), Berlin menyatakan bahwa konflik di kawasan itu bukan urusan aliansi NATO dan menegaskan bahwa Jerman tidak akan ikut serta dalam operasi apa pun di sana.
Penegasan Jerman: Bukan Perang NATO
Respons tegas Jerman disampaikan langsung oleh juru bicara Kanselir Friedrich Merz. Posisi Berlin ini sekaligus menolak ancaman terselubung dari Trump yang menyatakan bahwa NATO akan menghadapi masa depan sulit jika tidak bergabung dengan Washington melawan Iran.
Juru bicara pemerintah dengan lugas menegaskan bahwa keterlibatan Jerman di Selat Hormuz tidak pernah menjadi opsi, baik sebelum maupun setelah eskalasi konflik terjadi. "Partisipasi belum dipertimbangkan sebelum perang ini dan tidak dipertimbangkan sekarang," tegasnya.
Merespons Ancaman dan Tekanan dari Washington
Komentar Berlin ini muncul sebagai reaksi langsung terhadap wawancara Trump dengan Financial Times sehari sebelumnya. Dalam wawancara itu, Presiden AS tidak hanya mengancam NATO, tetapi juga mengaitkan pertemuannya yang direncanakan dengan Presiden China Xi Jinping sebagai alat tekanan.
Trump menyatakan akan menunda pertemuan tersebut jika Beijing tidak turut membantu mengamankan lalu lintas di selat strategis itu. "Sudah sepatutnya negara-negara yang mendapat manfaat dari Selat itu membantu memastikan tidak terjadi hal buruk di sana," ujarnya kepada surat kabar tersebut.
Posisi Kuat Berlin dan Pertemuan dengan Belanda
Posisi Jerman semakin mengeras seiring berlanjutnya perang tanpa tanda-tanda penyelesaian. Bahkan, pekan lalu, Kanselir Merz secara terbuka mengkritik langkah AS yang melonggarkan sanksi terhadap Rusia dan menyatakan keraguannya atas rencana Washington untuk mengakhiri konflik.
Pernyataan serupa juga disampaikan Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, setibanya di Brussels. Ia menyatakan kepada wartawan bahwa ia tidak melihat peran bagi anggota NATO di Selat Hormuz.
Hari ini, Kanselir Merz dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Belanda Rob Jetten di Berlin. Pertemuan bilateral ini diprediksi akan banyak membahas respons kolektif Eropa terhadap tuntutan dan tekanan dari Washington, menandai ketegangan baru dalam dinamika aliansi transatlantik.
Artikel Terkait
BI Perluas Layanan Tukar Uang Baru di Jalur Mudik Jelang Idulfitri 2026
Jadwal Imsak Jakarta 17 Maret: Sahur Hingga Pukul 04.32 WIB
Pemerintah Tegaskan Belum Ada Rencana Perppu untuk Lebarkan Batas Defisit 2026
Kompolnas Tinjau Kesiapan Operasi Ketupat Musi 2026 di Polda Sumsel