Imigrasi Sederhanakan Regulasi demi Dorong Ekonomi Lewat Event Internasional

- Kamis, 30 April 2026 | 20:50 WIB
Imigrasi Sederhanakan Regulasi demi Dorong Ekonomi Lewat Event Internasional

PARADAPOS.COM - Direktorat Jenderal Imigrasi menggelar sosialisasi layanan keimigrasian bertajuk 'Harmoni Seni dan Olahraga Gerakan Ekonomi Nusantara' di Hotel Pullman, Jakarta, pada 29 April hingga 1 Mei 2026. Acara yang dihadiri 41 instansi ini mencakup unsur pemerintah, pelaku industri olahraga, penyelenggara acara, dan media penyiaran nasional. Langkah ini diambil untuk merespons potensi besar Indonesia sebagai tuan rumah konser musik, festival seni budaya, dan kejuaraan olahraga internasional yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal.

Mendorong Multiplier Effect Lewat Regulasi yang Ramah

Kegiatan ini lahir dari kesadaran akan besarnya dampak berganda dari penyelenggaraan acara internasional. Sektor perhotelan, transportasi, UMKM, hingga penyerapan tenaga kerja disebut-sebut sebagai pihak yang paling merasakan manfaatnya. Namun, tanpa regulasi keimigrasian yang adaptif, potensi itu bisa terhambat.

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga keseimbangan antara kemudahan layanan dan aspek keamanan. Ia menyadari bahwa arus talenta internasional—baik musisi, atlet, maupun pekerja seni—perlu difasilitasi tanpa mengorbankan pengawasan.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap penampil atau atlet yang datang ke Indonesia merasa disambut dengan layanan yang mudah dan nyaman, tentunya tanpa mengabaikan aspek pengawasan dan keamanan negara," ujar Hendarsam dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).

Sinergi Pemerintah dan Penyelenggara Jadi Kunci

Menurut Hendarsam, komunikasi yang efektif antara pemerintah dan penyelenggara acara menjadi fondasi utama. Ia berharap sosialisasi ini bisa menjembatani kesenjangan pemahaman agar regulasi tidak menjadi batu sandungan, melainkan justru menjadi akselerator.

"Harapan kami, tercipta harmoni antara pemerintah dan penyelenggara yang akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di sektor kreatif dan olahraga kita," imbuhnya.

Suasana di Hotel Pullman pagi itu terasa serius namun cair. Para peserta dari berbagai latar belakang tampak antusias mengikuti pemaparan dari jajaran pimpinan teknis Imigrasi. Mereka yang hadir antara lain Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Eko Budianto, Direktur Izin Tinggal Keimigrasian Is Edy Eko Putranto, Direktur Tempat Pemeriksaan Imigrasi Suhendra, serta Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Yuldi Yusman.

Empat Poin Kebijakan yang Dibahas

Dalam forum tersebut, setidaknya ada empat poin utama yang menjadi sorotan. Pertama, optimalisasi klasifikasi visa untuk kegiatan olahraga dan seni budaya. Kedua, prosedur khusus bagi atlet yang dikontrak klub profesional. Ketiga, standardisasi prosedur pemeriksaan delegasi internasional di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Keempat, langkah preventif untuk memastikan aktivitas orang asing sesuai peruntukan visa demi kepastian hukum.

Pembahasan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh aspek kepastian usaha. Para penyelenggara acara kerap mengeluhkan ketidakjelasan prosedur yang berujung pada keterlambatan atau bahkan pembatalan acara. Dengan sosialisasi ini, Ditjen Imigrasi berharap iklim usaha di sektor kreatif dan olahraga bisa lebih kondusif.

"Kesuksesan penyelenggaraan event internasional di Indonesia adalah cerminan dari kesiapan kita sebagai negara yang maju, terbuka, dan mampu berdaya saing di mata dunia melalui penyelenggaraan event berstandar internasional," tutup Hendarsam.

Acara ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya duduk diam menunggu investasi datang, tetapi secara aktif menjemput bola dengan menyederhanakan regulasi. Pertanyaannya sekarang, apakah langkah ini akan diikuti dengan implementasi yang konsisten di lapangan? Waktu yang akan menjawab.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar