Salat Idul Fitri di Maninjau Dipusatkan di Masjid Akibat Dampak Banjir Bandang

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:00 WIB
Salat Idul Fitri di Maninjau Dipusatkan di Masjid Akibat Dampak Banjir Bandang

PARADAPOS.COM - Ratusan warga Nagari Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Raya Maninjau pada Sabtu (21/3/2025). Perubahan lokasi dari lapangan terbuka ke dalam masjid ini dilakukan menyusul kondisi lingkungan sekitar yang masih memperlihatkan kerusakan parah pasca-banjir bandang dan tanah longsor beberapa waktu lalu, membuat lokasi biasa yang berdekatan dengan sungai tidak lagi layak digunakan.

Keputusan Berpindah ke Dalam Masjid

Biasanya, perayaan salat Id di Nagari Maninjau digelar di lapangan SMP Negeri 1 Tanjung Raya. Namun, kondisi lapangan tersebut berubah drastis setelah hujan deras mengguyur sehari sebelum hari raya. Material batu dan pasir yang terbawa banjir bandang memenuhi area tersebut, sehingga tidak memungkinkan untuk digunakan bagi ratusan jemaah.

Pengurus Masjid Raya Maninjau, Aris Munandar, menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut. "Lapangan sekarang dalam keadaan berbatu dan berpasir. Akhirnya, ketua koordinator daripada Hari Besar Islam Kanagarian Maninjau memutuskan pelaksanaan salat Idul Fitri dipusatkan di masjid," tuturnya.

Kekhidmatan di Tengah Keprihatinan

Meski harus berpindah lokasi, ibadah pagi itu tetap berjalan khidmat. Untuk menampung jemaah yang diperkirakan mencapai 500 orang, pengurus masjid menyiapkan karpet di halaman dan membuka lantai dua khusus untuk jemaah perempuan. Angka kehadiran ini terpantau lebih rendah dari biasanya saat salat digelar di lapangan. Selain karena proses pemulihan pasca-bencana yang masih berlangsung, penurunan juga disebabkan oleh pembagian waktu pelaksanaan salat Id yang dilakukan dalam dua hari berbeda di wilayah tersebut.

Semangat untuk saling membantu tetap mengemuka di tengah musibah. Aris menambahkan bahwa distribusi zakat fitrah tahun ini difokuskan pada kelompok yang paling terdampak. "Sebagai pendukung untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri, dalam zakat fitrah itu juga difokuskan bagi janda-janda yang terkena dampak daripada bencana," jelasnya.

Lanskap yang Masih Menyisakan Luka

Setelah salat usai, panorama di sekitar lokasi bekas banjir memperlihatkan betapa besarnya dampak bencana alam tersebut. Di sepanjang bantaran sungai yang berjarak sekitar 700 meter dari masjid, tumpukan bongkahan batu berukuran besar masih berserakan, belum tersentuh proses pembersihan. Kondisi ini menggambarkan bahwa pemulihan masih membutuhkan waktu dan upaya yang panjang.

Kerusakan fisik terlihat jelas pada puluhan rumah warga. Salah satu rumah di seberang sungai tampak luluh lantak: dindingnya jebol, atapnya hilang, dan ruangan dalamnya dipenuhi material batu berbagai ukuran. Pemandangan serupa terlihat di belasan rumah lainnya yang berada di jalur terjangan banjir bandang.

Data Kerusakan dan Kerugian

Bencana tersebut meninggalkan catatan kerugian material yang sangat besar. Berdasarkan data pemantauan, sebanyak dua unit bangunan di Nagari Maninjau dilaporkan hanyut dan hilang, sementara 115 unit lainnya mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan. Taksiran awal total kerugian material mencapai Rp44,8 miliar, sebuah angka yang mencerminkan beratnya ujian yang dihadapi masyarakat setempat di penghujung Ramadan tahun ini.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar