PARADAPOS.COM - Jakarta, BYD dipastikan akan segera meluncurkan M6 dengan teknologi plug-in hybrid (PHEV) di Indonesia. Kepastian ini muncul setelah data Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) untuk model tersebut tercantum dalam dokumen resmi pemerintah, tepatnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026. Dalam regulasi itu, kendaraan minibus ini tercatat dengan kode MEH yang menandakan varian mesin hybrid, tersedia dalam delapan varian dengan nilai jual dasar berkisar antara Rp104 juta hingga Rp123 juta.
Angka NJKB tersebut, perlu digarisbawahi, bukanlah harga akhir atau on the road (OTR). Harga itu belum termasuk pajak, biaya distribusi, dan komponen lain yang menentukan banderol resmi di dealer. Dengan kata lain, konsumen masih harus menunggu pengumuman resmi dari pabrikan untuk mengetahui harga jual sebenarnya.
Desain yang Familiar dengan Sentuhan Berbeda
Dari segi tampilan, BYD M6 PHEV ini masih mengadopsi garis desain yang mirip dengan versi listrik murni. Namun, ada beberapa perbedaan yang langsung terlihat. Grille depan, misalnya, dibuat lebih besar untuk mendukung sistem pendinginan mesin. Selain itu, terdapat tambahan saluran pembuangan atau knalpot yang tidak ada pada versi listrik.
Ciri khas lain yang membedakan adalah kehadiran dua port pengisian. Ini menandakan bahwa baterai kendaraan dapat diisi ulang dari sumber listrik eksternal, sesuai dengan karakter sistem plug-in hybrid. Sebelumnya, model ini sempat tertangkap kamera sedang menjalani uji jalan dengan eksterior tertutup kamuflase.
Kehadiran varian PHEV ini melengkapi jajaran BYD M6 yang sebelumnya hanya tersedia dalam versi listrik murni dengan kode MEE. Langkah BYD menghadirkan opsi hybrid tentu bukan tanpa alasan. Pasar mobil PHEV di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan peminat yang signifikan.
“Keputusan BYD menghadirkan model PHEV tentunya cukup beralasan mengingat pangsa pasar PHEV yang semakin tinggi peminat dalam beberapa tahun terakhir,” ujar pengamat otomotif dalam sebuah kesempatan. Dengan strategi ini, BYD tampaknya ingin menjangkau konsumen yang belum sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik murni, namun tetap menginginkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kepala Bappisus Evaluasi Program Prioritas Usai Makan Siang dengan Presiden Prabowo
Aturan Ganjil-Genap Jakarta Kembali Berlaku 5 Mei 2026, Simak Jadwal, Rute, dan Denda Rp500 Ribu
Penembakan di Dekat National Mall, Secret Service Lumpuhkan Pria Bersenjata, Seorang Anak Terluka
Dua Relawan Tewas saat Perahu Penyelamat Terbalik di Perairan Ballina, Australia