PARADAPOS.COM - Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo, menyampaikan keprihatinan mendalam atas konflik global yang menyulitkan umat Islam di zona perang merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah. Pernyataan ini disampaikan dalam sambutannya saat memimpin salat Id di Kedutaan Besar RI (KBRI) Kuala Lumpur, Sabtu, di hadapan ratusan Warga Negara Indonesia (WNI).
Keprihatinan untuk Umat di Zona Konflik
Dalam suasana pagi yang khidmat di halaman KBRI, Dubes Iman mengawali pesannya dengan mengingatkan bahwa Ramadhan tahun ini terasa berat bagi banyak saudara seiman. Ia secara khusus menyoroti situasi di Palestina dan Iran, di mana konflik bersenjata membayangi kekhusyukan ibadah. Menurutnya, momentum Idul Fitri yang seharusnya dirayakan dengan penuh syukur dan kebahagiaan, justru diwarnai keprihatinan.
“Ramadhan tahun ini mungkin terasa lebih berat bagi sebagian dari kita. Di saat kita berupaya khusyuk beribadah, saudara-saudara kita di berbagai belahan dunia, seperti Palestina dan Iran, masih menghadapi situasi konflik yang membatasi ruang mereka untuk menjalankan ibadah dengan tenang,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh jemaah, yang mayoritas adalah WNI yang bekerja dan tinggal di Malaysia, untuk turut mendoakan kekuatan dan ketabahan bagi mereka yang terdampak. Doa untuk terwujudnya perdamaian dunia, tuturnya, adalah bagian dari tanggung jawab spiritual bersama.
Pesan Nilai Ramadan dan Kebersamaan di Perantauan
Lebih dari sekadar ucapan selamat, sambutan Dubes Iman juga menekankan pada internalisasi nilai-nilai Ramadan. Ia menjelaskan bahwa bulan suci bukan hanya tentang menahan hawa nafsu, tetapi juga melatih kepekaan sosial dan empati terhadap mereka yang kurang beruntung. Nilai-nilai luhur ini, ditegaskannya, harus terus hidup melewati batas kalender.
“Semoga nilai-nilai tersebut tidak berhenti hanya di bulan Ramadhan ini, tetapi terus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Dubes Iman.
Dalam konteks kehidupan sebagai perantau, ia menekankan pentingnya solidaritas dan menjaga persatuan di antara sesama WNI. Dubes Iman secara khusus menyampaikan apresiasi tinggi atas citra positif yang dibangun oleh masyarakat Indonesia di Malaysia, melalui keramahan, adab, dan sikap saling menghormati yang mereka tunjukkan.
Permohonan Maaf dan Doa untuk Indonesia
Mengakhiri sambutannya, Dubes Iman menyampaikan doa agar Indonesia senantiasa dilimpahi keberkahan, keamanan, dan kedamaian. Namun, ada satu hal yang membuatnya menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah yang hadir.
“Akhir kata, saya mendoakan semoga Indonesia senantiasa diberi keberkahan, keamanan, dan kedamaian oleh Allah Swt, serta kita semua diberikan kesehatan dan kebahagiaan,” ujarnya.
Usai menyampaikan pesan, ia terpaksa beranjak lebih awal sebelum salat Id dimulai. Dubes Iman menjelaskan bahwa ia harus memenuhi undangan resmi untuk menghadiri dan salat Id berjamaah bersama Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim di Istana Negara Malaysia. Keberangkatan ini sekaligus mencerminkan hubungan diplomatik yang erat antara Indonesia dan Malaysia, yang tetap terjalin bahkan di hari raya.
Artikel Terkait
Psikolog Ungkap Tradisi Memaafkan Saat Lebaran Sebagai Pelepasan Emosional untuk Kesehatan Mental
Khatib Shalat Id di Deli Serdang Serukan Penguatan Tiga Pilar Pasca-Ramadhan
Wapres Maruf Amin Serukan Solidaritas Ekonomi dan Silaturahmi Perekat Bangsa di Khutbah Idulfitri
Ribuan Umat Muslim Padati Lapangan Karebosi untuk Salat Idulfitri 1447 H