PARADAPOS.COM - Dinas Kesehatan Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, terpaksa menutup sementara seluruh fasilitas layanan kesehatan di wilayahnya. Keputusan darurat ini diambil menyusul insiden penyerangan oleh orang tak dikenal di ruas jalan antara Distrik Bamusbama dan Distrik Fef pada 16 Maret 2026, yang menewaskan dua orang dan melukai dua lainnya. Penutupan bertujuan melindungi keselamatan tenaga medis di tengah situasi keamanan yang belum stabil.
Korban Didominasi Tenaga Medis, Dua Tewas
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Tambrauw, Bernadus Nso, mengonfirmasi bahwa korban dalam insiden tersebut adalah empat orang, dengan tiga di antaranya merupakan pegawai Rumah Sakit Pratama Fef. Dua orang dinyatakan meninggal dunia, sementara dua korban lainnya selamat.
“Korban merupakan empat orang, tiga di antaranya pegawai RS Pratama Fef. Dua orang meninggal dunia dan dua lainnya selamat,” jelasnya seperti dilansir Antara, Selasa, 24 Maret 2026.
Jangkauan Penutupan dan Layanan Darurat
Langkah penghentian operasi ini berdampak luas, mencakup satu rumah sakit, 24 puskesmas, dan lima puskesmas pembantu yang tersebar di seluruh Kabupaten Tambrauw. Meski fasilitas fisik ditutup, dinas kesehatan tetap mengupayakan layanan medis terbatas bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bernadus menyatakan bahwa selama masa penutupan, tenaga kesehatan diminta memberikan pelayanan secara terbatas dari rumah masing-masing jika ada warga yang memerlukan pertolongan medis mendesak.
Imbauan Evakuasi dan Perlindungan
Menyadari tingginya tingkat ancaman, pihak berwenang secara khusus mengimbau para tenaga kesehatan untuk memprioritaskan keselamatan diri. Mereka didorong untuk segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman jika merasa terancam.
“Kami menghimbau seluruh tenaga kesehatan, baik di rumah sakit, puskesmas maupun pustu, apabila merasa tidak aman agar segera mencari tempat yang lebih aman seperti di Kota Sorong atau Manokwari,” tuturnya.
Selain itu, dinas juga meminta peran aktif para kepala distrik dan kepala kampung untuk turut menjaga serta memperhatikan keberadaan tenaga kesehatan di wilayahnya, agar mereka dapat bekerja dengan rasa aman.
Pembukaan Kembali Bergantung Kondusivitas Keamanan
Tidak ada kepastian kapan layanan kesehatan akan beroperasi normal kembali. Bernadus menegaskan bahwa pembukaan fasilitas kesehatan sangat bergantung pada pemulihan situasi keamanan di lapangan.
“Layanan kesehatan akan kembali normal setelah ada informasi resmi bahwa kondisi keamanan di Tambrauw sudah kondusif,” ungkapnya.
Operasional baru akan dilanjutkan setelah ada jaminan keamanan yang jelas dan kondusif dari aparat, yang nantinya akan disampaikan melalui pimpinan daerah setempat. Sementara itu, masyarakat diharapkan tetap tenang dan memanfaatkan layanan darurat yang masih disediakan.
Artikel Terkait
Beckham Putra Tunda Mudik Lebaran untuk Jawab Panggilan Timnas
Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Meningkat di Jalur Pantura Bekasi
IFRC Peringatkan Lonjakan Biaya Logistik Bantuan Kemanusiaan Akibat Konflik Timur Tengah
Pembunuhan Georgi Markov: Misteri Payung Beracun Era Perang Dingin yang Tak Terpecahkan