PARADAPOS.COM - Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. menyerukan penguatan kerja sama maritim di antara negara-negara Asia Tenggara saat membuka sidang pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. Seruan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan gangguan terhadap jalur perdagangan global, terutama akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Marcos menekankan pentingnya menjaga jalur pelayaran yang aman dan stabil, sembari menyoroti dampak serangan dan aksi balasan yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat terhadap Selat Hormuz, salah satu koridor utama pengiriman energi dunia.
Gangguan di Selat Hormuz dan Dampaknya
Dalam pidatonya, Marcos secara spesifik menyoroti bagaimana konflik di Timur Tengah telah mengganggu jalur transportasi laut dan udara. Ia menekankan bahwa situasi ini meningkatkan risiko bagi kapal dagang dan non-tempur serta pesawat, yang pada akhirnya memengaruhi arus energi dan barang-barang penting. “Perkembangan ini telah mengganggu jalur transportasi laut dan udara, meningkatkan risiko bagi kapal dagang dan non-tempur serta pesawat, dan memengaruhi arus energi serta barang-barang penting,” jelasnya, dikutip dari laporan setempat.
Mendorong Deklarasi dan Pusat Maritim ASEAN
Di tengah situasi yang memanas, Marcos menegaskan bahwa ASEAN perlu memperdalam koordinasi dan kerja sama maritim. Langkah ini dinilai krusial untuk membantu menjaga stabilitas kawasan dan ketahanan ekonomi. Ia mengungkapkan bahwa para pemimpin ASEAN diperkirakan akan mengadopsi ASEAN Leaders’ Declaration on Maritime Cooperation. Deklarasi tersebut mencakup usulan Filipina untuk membentuk ASEAN Maritime Center.
Menurut Marcos, pusat maritim yang diusulkan akan berfungsi sebagai platform kerja sama dan koordinasi antara negara-negara anggota serta berbagai mekanisme yang dipimpin ASEAN. “Ketika kita terus mendorong implementasi ASEAN Community Vision 2045, kita menyadari pentingnya kerja sama maritim,” ujarnya.
Komitmen Filipina dan Tema Keketuaan
Filipina, selama ini, secara konsisten mendorong penguatan kolaborasi maritim di ASEAN. Hal ini didorong oleh meningkatnya kekhawatiran keamanan dan ekonomi di perairan kawasan maupun jalur pelayaran global. Marcos pun mengaitkan seruannya dengan tema keketuaan Filipina di ASEAN. “'Navigating Our Future Together' bukan hanya tema keketuaan kami, tetapi juga tugas yang ada di hadapan kita bersama,” tuturnya.
Seruan untuk Penyelesaian Damai
Dalam kesempatan yang sama, Marcos kembali menegaskan seruan ASEAN untuk penyelesaian sengketa secara damai. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan warga sipil dan pemulihan jalur pelayaran yang aman tanpa hambatan di Selat Hormuz. KTT ASEAN di Cebu ini dihadiri oleh para pemimpin dari 11 negara anggota blok regional tersebut, menandai momentum krusial bagi masa depan kerja sama maritim di Asia Tenggara.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
GoPay Luncurkan Lima Fitur Digital untuk Bantu Pengelolaan Keuangan Bulanan Pengguna
Sudinhub Jaktim Rutin Gembos Ban dan Derek Kendaraan Parkir Liar di Jalan Matraman Raya
BRI Buka Akses KUR Rp10 Juta hingga Rp100 Juta dengan Bunga 6 Persen per Tahun
Imigrasi Tangkap 210 WNA di Batam, Terkait Jaringan Penipuan Daring Internasional Bubaran dari Kamboja