PARADAPOS.COM - Pemerintah Arab Saudi mendesak negara-negara di dunia untuk bersatu menjaga stabilitas Selat Hormuz. Seruan ini disampaikan menyusul eskalasi ketegangan di kawasan setelah serangan yang dilancarkan Iran. Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, memperingatkan bahwa gangguan di jalur pelayaran vital tersebut berpotensi mengancam pasokan energi global dan memicu gejolak ekonomi internasional.
Seruan di Tengah Ketegangan
Pernyataan resmi itu disampaikan langsung oleh Duta Besar Faisal Abdullah Al Amoudi dalam sebuah konferensi pers di kediaman dinasnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (24/3/2026). Suasana pertemuan tersebut terkesan serius, mencerminkan keprihatinan mendalam terhadap perkembangan terbaru di Timur Tengah. Dubes Al Amoudi menekankan posisi strategis selat tersebut sebagai arteri perdagangan dan energi dunia.
Dalam paparannya, ia menyatakan, "Selat Hormuz adalah jalur utama kapal-kapal internasional. Setiap tindakan yang mengganggu keamanan selat ini akan berdampak besar pada ekonomi internasional."
Kecaman atas Aksi Iran
Lebih lanjut, diplomat senior itu secara tegas mengutuk tindakan Iran yang disebutnya telah menyasar fasilitas-fasilitas kritis di kawasan. Menurut penilaian Kerajaan Saudi, serangan-serangan tersebut tidak hanya mengancam negara-negara di sekitar Teluk Persia, tetapi juga membawa risiko yang jauh lebih luas.
Dengan nada tegas, Dubes Al Amoudi mengungkapkan, "Apa yang dilakukan Iran sangat berbahaya, tidak hanya bagi negara Teluk, tetapi bagi seluruh dunia. Aksi ini mengancam keamanan energi dan stabilitas ekonomi global."
Peringatan dari Riyadh ini muncul dalam konteks ketegangan geopolitik yang makin panas, di mana gangguan pada aliran minyak melalui Selat Hormuz—yang membawa sebagian besar ekspor minyak mentah dunia—dapat dengan cepat berimbas pada harga komoditas dan keamanan energi banyak negara. Seruan untuk kerja sama internasional ini menegaskan betapa krusialnya stabilitas kawasan bagi tatanan ekonomi global.
Artikel Terkait
Penerapan One Way Nasional untuk Arus Balik Idulfitri 2026 Dimulai Hari Ini
Korlantas Aktifkan Sistem One Way Nasional di Trans Jawa Antisipasi Arus Balik Lebaran
Herdman Perkenalkan Metode Instruksi Visual TV di Latihan Perdana Timnas Indonesia
Jepang Lepas Cadangan Minyak Strategis untuk Antisipasi Gejolak Timur Tengah