PARADAPOS.COM - Pemerintah resmi menerapkan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) nasional untuk mengurai kepadatan arus balik Idulfitri 1447 H. Sistem ini diberlakukan mulai Selasa, 24 Maret 2026, di sepanjang ruas tol dari Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Jawa Tengah (KM 414) hingga GT Cikatama (KM 70). Langkah ini merupakan bagian dari strategi komprehensif untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan jutaan pemudik yang kembali ke daerah tujuan setelah merayakan hari raya.
Imbauan Keselamatan dan Data Kecelakaan yang Menurun
Dalam pembukaan jalur one way di GT Kalikangkung, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, hadir langsung untuk menyampaikan imbauan penting kepada para pemudik. Ia menekankan perlunya perencanaan perjalanan yang matang, termasuk menghindari jam puncak dan memastikan kondisi fisik pengemudi dalam keadaan prima sebelum berkendara.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Lebih baik tiba sedikit lebih lama tetapi selamat, daripada terburu-buru dan berisiko mengalami kecelakaan,” tegas Awaluddin.
Ia juga mengungkapkan perkembangan yang cukup menggembirakan terkait tren keselamatan. Berdasarkan data terbaru yang dikompilasi bersama Korlantas Polri, pada periode 13 hingga 23 Maret 2026, terjadi penurunan angka kecelakaan sekitar dua persen, dari 2.397 menjadi 2.349 kejadian. Yang lebih signifikan, jumlah korban meninggal dunia tercatat turun drastis sebesar 27 persen, dari 294 menjadi 213 jiwa. Sampai dengan 23 Maret, Jasa Raharja telah menyalurkan santunan senilai Rp10,45 miliar kepada korban kecelakaan melalui program Zero Pending Claim yang dirancang untuk memastikan proses klaim berjalan cepat dan transparan.
Sinergi Lintas Kementerian dalam Pengelolaan Arus Balik
Acara pembukaan one way nasional ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, mencerminkan pendekatan kolaboratif pemerintah dalam menangani momen mudik. Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Menko PMK Pratikno dalam sambutannya menegaskan bahwa penerapan one way merupakan instrumen kunci dalam manajemen arus balik tahun ini. Tujuannya tidak hanya sekadar mengurai kemacetan, tetapi lebih luas lagi untuk memberikan pelayanan terbaik dan menjamin keselamatan perjalanan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terkait yang telah bekerja keras. Ini adalah bagian dari inovasi kita untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Pratikno.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menambahkan bahwa seluruh kebijakan dan fasilitas yang disiapkan, termasuk pos pelayanan terpadu dan anjuran work from anywhere (WFA), bertujuan tunggal: menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman. Ia mendorong pemudik untuk memanfaatkan berbagai alternatif transportasi, seperti kereta api, serta fasilitas yang tersedia di sepanjang jalan.
Fokus pada Infrastruktur Pendukung dan Kesehatan Pengemudi
Di luar rekayasa lalu lintas, pemerintah juga memberi perhatian serius pada kesiapan infrastruktur pendukung dan faktor human error. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyoroti peran vital rest area di sepanjang jalur tol yang diperkirakan akan dilintasi hingga 285 ribu kendaraan pada puncak arus balik. Untuk mencegah penumpukan kendaraan di area istirahat, beberapa lokasi seperti rest area 62B dan 52B akan dikelola dengan sistem buka-tutup yang dinamis sesuai dengan kondisi kepadatan.
Aspek kesehatan pengemudi juga tidak luput dari perhatian. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa kelelahan dan kantuk adalah pemicu utama kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, pemerintah menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi pengemudi, baik kendaraan pribadi maupun umum, di titik-titik strategis.
“Kami mengimbau pengemudi untuk beristirahat setiap tiga jam di rest area. Pengemudi yang mengantuk dan kelelahan merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan, sehingga kesehatan pengemudi menjadi perhatian penting dalam keselamatan perjalanan,” pesan Budi Gunadi Sadikin.
Serangkaian langkah yang diambil oleh berbagai kementerian dan lembaga ini menunjukkan upaya terkoordinasi untuk tidak hanya mengatasi gejala kemacetan, tetapi juga membangun budaya keselamatan berkendara yang lebih baik di tengah masyarakat.
Artikel Terkait
Tiga Tewas dalam Kecelakaan Microbus di Tikungan Majalengka
Tim SAR Gabungan Cari Dua Pendaki yang Hilang di Gunung Dako, Tolitoli
Kapolri Pantau Langsung Kesiapan Pengamanan Arus Balik di Bali
Korlantas Aktifkan Sistem One Way Nasional di Trans Jawa Antisipasi Arus Balik Lebaran