Tiga Tewas dalam Kecelakaan Microbus di Tikungan Majalengka

- Selasa, 24 Maret 2026 | 19:25 WIB
Tiga Tewas dalam Kecelakaan Microbus di Tikungan Majalengka

PARADAPOS.COM - Tiga orang meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka dalam sebuah kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah Isuzu Elf Microbus di Majalengka, Jawa Barat. Insiden tragis ini terjadi pada Senin malam (23/3/2026) di sebuah jalan raya yang menurun dan berkelok di wilayah Kecamatan Cingambul.

Kronologi Insiden di Jalan Menikung

Berdasarkan keterangan dari Kepala Satlantas Polres Majalengka, AKP Pandu Surya Renata, kecelakaan terjadi di Jalan Raya Panjalu-Cikijing. Mobil yang membawa rombongan keluarga dari Karawang itu sedang dalam perjalanan pulang usai bersilaturahmi di Ciamis dan hendak melanjutkan perjalanan menuju Pangandaran.

Menjelang tengah malam, saat melintasi kawasan Blok Maniis Tonggoh yang dikenal memiliki turunan dan tikungan tajam, kendaraan diduga mengalami kehilangan kendali.

“Mobil kemudian masuk ke dalam parit dan terguling dengan posisi roda berada di atas,” ujar Pandu.

Korban Jiwa dan Evakuasi

Kecelakaan tersebut mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka dalam jumlah yang signifikan. Polisi mencatat, terdapat 21 orang di dalam kendaraan saat kejadian. Tiga orang dinyatakan meninggal dunia di tempat, sementara lima lainnya menderita luka berat dan 13 orang luka ringan.

“Korban meninggal dunia masing-masing Hasyim Adnan yang merupakan pengemudi, Mohamad Ali, serta Nanda,” jelasnya.

Para korban luka berat, termasuk Desi Fatimah, Entang, dan Nurmala, segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Proses evakuasi dilakukan secara bersama-sama oleh petugas kepolisian dan warga sekitar yang sigap memberikan pertolongan pertama di lokasi kejadian.

Imbauan Keselamatan Berkendara

Menyoroti medan jalan yang menjadi lokasi kejadian, AKP Pandu Surya Renata kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan pengemudi. Jalur pegunungan dengan karakteristik jalan berkelok dan menurun membutuhkan konsentrasi penuh dan kondisi fisik yang prima.

“Pengendara kami imbau untuk beristirahat jika merasa lelah atau mengantuk, terutama saat melintasi jalur yang memiliki medan berat,” ungkapnya.

Investigasi lebih lanjut masih dilakukan oleh pihak kepolisian untuk memastikan faktor penyebab pasti kecelakaan ini, meski dugaan awal mengarah pada faktor kelelahan dan medan jalan yang menantang.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar