PARADAPOS.COM - Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras kepada Israel, Selasa (18 Maret 2025), bahwa mereka akan melancarkan serangan rudal dan drone terhadap pasukan Israel di Gaza dan wilayah utara Palestina jika agresi terhadap Lebanon dan Palestina terus berlanjut. Pernyataan tegas ini, yang dikutip dari kantor berita Fars, menandai eskalasi ketegangan regional yang sudah memanas dalam beberapa pekan terakhir.
Peringatan Langsung dari Garda Revolusi
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyampaikan ultimatum yang gamblang. Mereka menegaskan bahwa konsentrasi pasukan Israel akan menjadi sasaran langsung.
"Jika kejahatan terhadap warga sipil Lebanon dan Palestina berlanjut, konsentrasi pasukan musuh di bagian utara wilayah pendudukan Palestina dan Gaza akan menjadi sasaran serangan rudal dan drone dari Iran,"
demikian bunyi pernyataan yang dikutip media tersebut, seperti dilaporkan oleh sumber berita internasional.
Latar Belakang Ketegangan yang Memburuk
Situasi di perbatasan Israel-Lebanon memang telah memasuki fase yang sangat kritis. Ketegangan mulai meroket sejak awal Maret, ketika kelompok Hezbollah di Lebanon kembali meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel. Serangan ini tidak dibiarkan begitu saja oleh Israel, yang kemudian membalas dengan ofensif besar-besaran. Serangan balasan Israel tidak hanya menyasar wilayah selatan Lebanon, tetapi juga menjangkau area seperti Lembah Beqaa dan bahkan pinggiran ibu kota Beirut.
Eskalasi ini mencapai titik baru ketika militer Israel, pada 16 Maret, secara resmi mengumumkan dimulainya operasi darat di Lebanon selatan. Langkah ini semakin mengeraskan posisi kedua belah pihak dan mempersulit upaya de-eskalasi.
Gencatan Senjata yang Diabaikan
Kompleksitas konflik ini diperparah dengan tidak berjalannya kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya sempat dicapai. Kesepakatan yang dirundingkan melalui mediasi internasional pada November 2024 itu, sayangnya, tidak diimplementasikan secara konsisten. Pihak Lebanon, melalui pemerintahnya, telah berulang kali menyuarakan protes dan melaporkan berbagai pelanggaran yang mereka klaim dilakukan oleh Israel. Situasi ini menciptakan lingkaran kekerasan yang sulit diputus, dengan warga sipil di kedua sisi perbatasan menjadi pihak yang paling rentan.
Dengan adanya peringatan langsung dari IRGC ini, tekanan di kawasan tersebut kini tidak hanya bersumber dari konflik langsung antara Israel dan kelompok di Lebanon, tetapi juga melibatkan ancaman dari aktor regional lain. Pernyataan Iran tersebut menambah dimensi baru yang berpotensi memperluas konflik, menuntut kehati-hatian ekstra dari semua pihak untuk mencegah terjadinya pertikaian yang lebih luas dan merusak.
Artikel Terkait
Guru Ngaji di Surabaya Diciduk Polisi Usai Cabuli Tujuh Santri Laki-Laki
Presiden Prabowo Pakai Maung Garuda Buatan Pindad di KTT ASEAN, Curi Perhatian Delegasi Filipina
BMKG Deteksi Siklon Tropis Algupit, Picu Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia
KTT ASEAN ke-48 Dibuka di Filipina, Prabowo dan Marcos Serukan Solidaritas di Tengah Tekanan Global dan Ironi Perdagangan Intra-Kawasan