ASDP Operasikan Pelabuhan Timur Indonesia 24 Jam Selama Mudik Lebaran 2026

- Rabu, 25 Maret 2026 | 20:00 WIB
ASDP Operasikan Pelabuhan Timur Indonesia 24 Jam Selama Mudik Lebaran 2026

PARADAPOS.COM - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengoperasikan pelabuhan di wilayah timur Indonesia selama 24 jam penuh sepanjang masa angkutan Lebaran 2026. Kebijakan ini diambil untuk menjamin kelancaran arus mudik dan balik masyarakat serta menjaga distribusi logistik antarpulau. Langkah operasional ini diterapkan di sejumlah lintasan strategis, seperti Hunimua–Waipirit dan Tampo–Torobulu, guna mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan.

Respons Adaptif Menjaga Konektivitas Nasional

Menyikapi peningkatan mobilitas yang signifikan, Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan kesiapan perusahaan bersifat adaptif dan berorientasi pada kebutuhan di lapangan. Wilayah timur dinilai memegang peran krusial dalam menjaga konektivitas nasional, terutama pada momen mudik Lebaran.

Heru Widodo menjelaskan, fokusnya tidak hanya pada kecukupan kapasitas, tetapi juga pada responsivitas layanan. "Wilayah timur memiliki peran strategis dalam menjaga konektivitas nasional, terutama saat mudik Lebaran. Kami memastikan tidak hanya kapasitas yang memadai, tetapi juga layanan yang responsif dan selaras dengan dinamika di lapangan," jelasnya.

Dampak Nyata Operasional 24 Jam

Penerapan operasi nonstop di pelabuhan terbukti memberikan hasil yang konkret. Kebijakan ini berhasil memangkas antrean, memberikan fleksibilitas waktu bagi para pemudik, dan menjaga ritme distribusi barang antarwilayah. Di lintasan Hunimua–Waipirit, layanan 24 jam diberlakukan pada puncak arus mudik tanggal 17-18 Maret dan arus balik 28-29 Maret 2026.

Heru menambahkan, pola operasi ini menjadi kunci pengendalian arus penyeberangan. "Langkah ini menjadi kunci dalam menjaga arus penyeberangan tetap tertib, lancar, dan terkendali di tengah lonjakan mobilitas," tuturnya.

Data Real di Lapangan

Data operasional dari ASDP Cabang Ambon menunjukkan tingginya animo masyarakat. Pada periode H-10 hingga H 2 Lebaran, lebih dari 102 ribu penumpang dan sekitar 25 ribu unit kendaraan telah dilayani di lintasan Hunimua–Waipirit dengan dukungan dua kapal. Angka ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan publik, tetapi juga efektivitas strategi yang dijalankan.

Di lintasan lain, seperti Tampo–Torobulu, optimalisasi serupa dilakukan. Dengan dukungan tiga kapal, layanan 24 jam berhasil mengakomodasi ribuan penumpang dan kendaraan. Untuk menambah kapasitas, ASDP juga melakukan pengalihan operasional KMP Bahteramas II ke lintasan yang lebih padat, yaitu Labuan–Amolengo.

Antisipasi Arus Balik dan Penyesuaian Frekuensi

Mengawali penjelasan mengenai persiapan arus balik, General Manager ASDP Cabang Baubau Sullivan Ramadhana Miraza menyatakan bahwa pengalihan kapal merupakan bagian dari strategi antisipatif. "Kami memproyeksikan lonjakan signifikan pada arus balik. Oleh karena itu, KMP Bahteramas II tetap dioperasikan di lintasan Labuan–Amolengo hingga H 5 sebelum kembali ke lintasan awal," ungkapnya.

Selain itu, dilakukan penyesuaian frekuensi layanan di beberapa rute. Di lintasan Bastiong–Rum (Ternate), trip ditingkatkan dari tiga menjadi empat kali per hari. Sementara di lintasan Bastiong–Sofifi, terjadi peningkatan frekuensi hingga 60 persen, yang berhasil memobilisasi ribuan penumpang dan kendaraan.

Komitmen di Balik Layanan Teknis

Lebih dari sekadar langkah teknis, operasional 24 jam ini merepresentasikan komitmen negara dalam menjaga integrasi wilayah. Heru Widodo menekankan bahwa kehadiran layanan yang andal dan manusiawi di titik-titik terpencil adalah wujud nyata dari konektivitas nasional. Tujuannya tunggal: menghadirkan kepastian, keamanan, dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar