Said Iqbal Peringatkan Konflik AS-Israel-Iran Berpotensi Picu Gelombang Penutupan Pabrik di Indonesia

- Kamis, 07 Mei 2026 | 07:00 WIB
Said Iqbal Peringatkan Konflik AS-Israel-Iran Berpotensi Picu Gelombang Penutupan Pabrik di Indonesia
PARADAPOS.COM - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Ketua Umum Partai Buruh, Said Iqbal, memperingatkan bahwa eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran berpotensi memicu gelombang penutupan perusahaan di sejumlah sektor industri dalam negeri. Dalam pernyataannya pada Kamis, 7 Mei 2026, ia menyebut sektor tekstil, garmen, plastik, dan komponen elektronik di Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan Jakarta sebagai yang paling rentan terkena dampak dalam tiga bulan ke depan.

Ancaman di Balik Konflik Global

Said Iqbal mengungkapkan kekhawatirannya bahwa perang yang masih berlangsung tersebut akan mendorong lonjakan biaya energi. Kondisi ini, menurutnya, menjadi beban berat bagi industri padat karya yang selama ini sudah berada dalam tekanan. "Semua pengusaha juga kalau bisa kan jangan PHK. Jadi dia enggak akan mungkin dia akan mengatakan PHK. Kita tunggu 3 bulan ke depan, ada 10 perusahaan kemungkinan di industri tekstil, garmen, plastik, komponen elektronik yang akan tutup di Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan sebagian di DKI (Jakarta)," ujarnya kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa prediksi tersebut bukan sekadar asumsi, melainkan telah melalui pengamatan terhadap rantai pasok global yang mulai terganggu. Harga bahan baku impor yang melonjak dan melemahnya permintaan ekspor menjadi sinyal awal yang sulit diabaikan.

Harapan di Tengah Kekhawatiran PHK Massal

Meski menyuarakan peringatan keras, Said Iqbal mengaku masih berharap skenario terburuk tidak terjadi. Pihaknya akan memantau perkembangan selama tiga bulan ke depan sebelum mengambil kesimpulan lebih lanjut. "Itu kemungkinan akibat perang (Iran-Amerika Serikat-Israel), kalau masih berlanjut. Karena biaya energi kan tinggi," katanya. Ia menekankan bahwa para pengusaha pun sejatinya enggan melakukan pemutusan hubungan kerja. Namun, jika tekanan ekonomi terus berlanjut, opsi efisiensi ekstrem seperti penutupan pabrik menjadi keniscayaan yang sulit dihindari.

Keprihatinan atas Kasus PT Krakatau Osaka Steel

Dalam kesempatan yang sama, Said Iqbal menyoroti kasus yang sudah terjadi di PT Krakatau Osaka Steel (KOS). Ratusan karyawan perusahaan tersebut terpaksa kehilangan pekerjaan setelah operasional pabrik dihentikan. Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas nasib para pekerja yang terkena dampak. Sebagai respons cepat, pihaknya telah membuka posko pengaduan khusus bagi para karyawan yang mengalami PHK. Posko ini, jelasnya, bertujuan untuk menampung aspirasi sekaligus memberikan pendampingan hukum dan advokasi bagi buruh yang terdampak. Di tengah ketidakpastian global, pernyataan Said Iqbal menjadi pengingat bahwa gejolak politik di Timur Tengah tidak hanya bergema di medan perang, tetapi juga berdampak langsung pada denyut industri dalam negeri dan mata pencaharian ribuan pekerja Indonesia.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar