PARADAPOS.COM - Kain tradisional atau wastra dari Lombok dan Bali akan dipromosikan ke kancah internasional melalui sebuah pameran dan peluncuran buku di Australia Selatan pada tahun 2026. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya diplomasi budaya yang digagas Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan tujuan memperkenalkan kekayaan tekstil nusantara serta keterkaitan sejarah antara kedua pulau tersebut kepada masyarakat global.
Pameran dan Buku Kolaboratif di Adelaide
Rencananya, pameran bertajuk "Two Islands, One Thread: Textiles of Lombok and Bali" akan digelar pada 15 Mei 2026. Sementara itu, peluncuran buku dengan judul yang sama dijadwalkan pada Juni mendatang. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Museum NTB dan Art and Gallery South of Australia (AGSA) di Kota Adelaide.
Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, menjelaskan bahwa pameran ini muncul dari ketertarikan pihak Australia terhadap koleksi tekstil yang mereka miliki. Menurutnya, pameran bersama ini akan menampilkan keterkaitan budaya yang erat antara Lombok dan Bali.
"Mereka ingin tahu dan ingin memamerkan karena mereka juga punya koleksi tentang tekstil Lombok dan Bali. Koleksi itu yang mereka tampilkan bersama dengan koleksi kami," tutur Nuralam.
Kajian Mendalam dalam Buku 500 Halaman
Buku setebal sekitar 500 halaman tersebut disponsori oleh seorang kolektor Australia, Michael Abbott. Isinya tidak sekadar dokumentasi visual, tetapi memuat kajian mendalam tentang corak, warna, benang, dan bahan yang digunakan dalam wastra khas daerah, seperti songket dan limpĂ´t umbaq.
Yang membanggakan, dua orang pegawai Museum NTB, Bunyamin dan Salsabila Luqyana, turut serta menyumbangkan pemikiran mereka dalam penulisan buku internasional ini. Bunyamin mengkaji wastra dalam manuskrip lontar, sementara Salsabila menelusuri keterkaitan motif tenun dengan simbol-simbol pada artefak seperti batu nisan.
"Motif-motif itu (manuskrip dan nisan) ternyata ada korelasi dengan motif kain. Artinya itu adalah motif-motif yang sering dipakai di masyarakat dan juga menjadi simbol-simbol yang dituangkan ke dalam wastra," jelas Nuralam mengenai temuan tersebut.
Dukungan dan Harapan untuk Literasi Budaya
Inisiatif ini mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, Sinta Agathia. Ia menilai langkah ini merupakan kontribusi penting untuk meningkatkan literasi budaya NTB yang dinilainya masih perlu ditingkatkan.
"Alhamdulillah, kami punya orang yang sangat perhatian terhadap simbol, filosofi, dan arti dari budaya NTB," ucap Sinta.
Lebih jauh, ia berharap kegiatan ini dapat membuka akses informasi yang lebih luas bagi masyarakat mengenai simbol-simbol budaya daerah. Sinta juga optimis bahwa promosi budaya melalui wastra merupakan cara yang efektif untuk mewujudkan visi NTB Mendunia dan menarik perhatian internasional.
Sebagai persiapan, Museum NTB memastikan akan membawa enam koleksi artefak wastra untuk ditampilkan dalam pameran di Adelaide nanti, memperkuat narasi tentang keunikan dan nilai filosofis yang terkandung dalam setiap helai kain tenun.
Artikel Terkait
Polisi Selamatkan Pria dari Upaya Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong
Senegal Ajukan Banding ke CAS Soal Pencabutan Gelar Juara Piala Afrika 2025
Gubernur Bali Dorong Optimalisasi Database untuk Lindungi Pekerja Migran
Eskalasi Militer Timur Tengah Tewaskan Warga Sipil di Iran dan UEA, Gencatan Senjata Alami Kebuntuan