PARADAPOS.COM - PT TransJakarta meluncurkan program TransJakarta Academy sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Jakarta. Inisiatif ini berfokus pada peremajaan dan peningkatan kompetensi para pengemudi, terutama di layanan Mikrotrans, dengan melibatkan ratusan tenaga baru dan program pertukaran ke Jepang untuk standar internasional.
TransJakarta Academy: Fondasi Perbaikan Layanan
Direktur Utama PT TransJakarta, Welfizon Yuza, menegaskan bahwa akademi ini dirancang sebagai pilar utama pengembangan sumber daya manusia perusahaan. Program pertama yang dijalankan telah menghasilkan 125 lulusan yang siap ditugaskan. Hal ini disampaikan Yuza dalam sebuah kesempatan di Halte Tosari, Jakarta, pada akhir Maret lalu.
“Untuk Trans Academy, tentunya ini menjadi salah satu pilar untuk fondasi ke depannya dan hari ini kita terus berproses. Dari proses yang sudah kita lalui kemarin ada 125 orang yang nanti akan ditempatkan,” ungkapnya.
Program Pertukaran ke Jepang untuk Standar Baru
Selain merekrut pengemudi baru, langkah peningkatan kualitas juga dilakukan dengan membuka wawasan dan kompetensi para pramudi terbaik. TransJakarta menyiapkan program pengembangan berstandar internasional dengan mengirimkan 20 pramudi pilihan untuk mengikuti program pertukaran ke Jepang.
“Dan juga TransJakarta Academy saat ini sedang menyiapkan 20 pramudi terbaik TransJakarta, kita akan tempatkan untuk exchange ke Jepang sehingga nanti mereka punya standar baru yang dibawa ke Indonesia,” lanjut Yuza.
Program ini dinilai krusial bukan hanya untuk membangun profesionalisme, tetapi juga untuk membuka cakrawala dan menciptakan perspektif baru di kalangan awak bus.
Membangun Masa Depan dan Profesionalisme
Yuza menambahkan bahwa upaya ini bertujuan untuk menanamkan keyakinan bahwa profesi sebagai pramudi di TransJakarta memiliki prospek dan martabat yang kuat. Dengan memberikan kesempatan pengembangan yang luas, diharapkan dapat meningkatkan kebanggaan dan etos kerja.
“Dan juga membangun mimpi bahwa profesi pramudi di TransJakarta itu punya masa depan dan juga punya kesempatan yang lebih luas,” jelasnya.
Kolaborasi dan Dukungan Penuh
Seluruh rangkaian program dalam TransJakarta Academy ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT TransJakarta, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Dalam implementasinya, berbagai kebutuhan teknis seperti pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan sertifikasi para pramudi ditanggung melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
“Ini merupakan program kerjasama Pemprov DKI, TransJakarta dan juga Baznas. Dan ini salah satu bentuk intervensi kita untuk bisa meningkatkan pelayanan dengan meningkatkan kualitas sopir,” tutup Welfizon Yuza.
Langkah-langkah konkret ini menunjukkan komitmen manajemen TransJakarta dalam melakukan transformasi layanan, dimulai dari peningkatan kapasitas SDM yang menjadi ujung tombak operasional di jalan.
Artikel Terkait
Jadwal Salat dan Imsak DKI Jakarta untuk Sabtu, 28 Maret 2026
Ustaz di Karawang Diamuk Massa Usai Ketahuan Berselingkuh dengan Istri Orang Lain
BPBD Aceh Besar Larang Bakar Sampah dan Lahan Imbas Cuaca Panas Ekstrem
Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria di Final FIFA Series 2026 di GBK